Connect with us

Lifestyle

Pesona Inklusif Destinasi kafe Kawan Tuli Surakarta

Published

on

Semarang (usmnews)- Halo sobat kuliner yang manis! Tentu saja, Kota Surakarta selalu menyimpan pesona memikat bagi para pencinta kopi senja. Selanjutnya, kamu wajib mampir menyambangi kafe Kawan Tuli Surakarta yang membawa konsep inklusif super keren dan beda dari yang lain. Pastinya, kedai kopi ini mempekerjakan barista dan pramusaji yang merupakan penyandang disabilitas tuli secara penuh. Akhirnya, banyak anak muda menjadikan tempat nyaman ini sebagai ruang aman untuk saling bertukar cerita dan berkarya. Singkatnya, kedai ini sukses menjembatani komunikasi dan menumbuhkan rasa empati antara Teman Tuli dengan masyarakat luas. Bahkan, kamu bisa merasakan kehangatan sapaan para staf meski tanpa menggunakan bahasa verbal sama sekali. Kesimpulannya, destinasi kuliner inspiratif ini wajib masuk daftar kunjungan saat kamu sedang berlibur menjelajahi keindahan Kota Solo.

Suasana Nyaman dan Lokasi Nongkrong Kafe Kawan Tuli

Pertama, kamu wajib mencatat alamat baru kedai ini yang sudah beroperasi penuh menempati bangunan anyar sejak akhir bulan Mei tahun dua ribu dua puluh enam. Kemudian, pengelola memindahkan lokasi kafe Kawan Tuli Surakarta menuju Jalan Cut Nyak Dien Nomor tiga puluh dua, kawasan Gandekan, Kecamatan Jebres. Selain itu, tempat nongkrong ini menyuguhkan suasana yang sangat tenang sehingga amat cocok bagi kamu yang ingin bekerja dari luar rumah. Hebatnya, pengunjung bebas memilih duduk bersantai mengobrol menyusuri area luar ruangan maupun menikmati angin sepoi-sepoi dari area rooftop yang sejuk. Kenyataannya, fasilitas pendukung seperti jaringan wifi super kencang dan kebijakan ramah hewan peliharaan (pet-friendly) semakin memanjakan para pelanggan setianya. Karenanya, kamu bisa membawa anjing atau kucing kesayanganmu ikut nongkrong tanpa khawatir mendapat teguran keras. Kesimpulannya, kedai kopi mematok harga makanan dan minuman yang cukup terjangkau mulai kisaran dua puluh lima hingga lima puluh ribu rupiah saja.

Pengalaman Unik Memesan Sambil Belajar Bahasa Isyarat

Berikutnya, kamu mungkin merasa sedikit canggung memikirkan cara memesan minuman jika tidak menguasai bahasa isyarat sama sekali. Faktanya, para pramusaji sangat memudahkan proses pemesanan dengan meminta kamu mengetik pesanan lewat ponsel pintar, menuliskannya pada papan menu, atau sekadar menunjuk gambar. Lalu, kamu juga bisa sekalian belajar alfabet Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) melalui poster edukasi yang menempel rapi menghiasi dinding kafe. Bahkan, para staf kafe Kawan Tuli Surakarta sangat senang saat melihat pengunjung mencoba berinteraksi langsung mempraktikkan isyarat kata “terima kasih”. Tentunya, pengalaman interaktif ini ampuh memecahkan tembok penghalang komunikasi yang selama ini sering membatasi ruang gerak para penyandang disabilitas. Singkatnya, menyeruput secangkir kopi hangat tidak pernah terasa sedalam dan sebermakna ini bagi batin kita. Pada akhirnya, mari kita terus mendukung ruang-ruang inklusif yang menyebarkan semangat kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan.