Connect with us

Nasional

Diduga Kabur di Korea Selatan, Pria Asal Madiun Kini Dicari Otoritas

Published

on

Semarang (usmnews) – Wisatawan Indonesia berinisial nama tertentu asal Kabupaten Madiun kini memicu kegaduhan setelah nekat menghilang di tengah agenda liburan luar negeri. Pihak agen travel yang mengelola perjalanan rombongan tersebut membenarkan adanya satu peserta yang memisahkan diri tanpa izin. Oleh karena itu, aksi sepihak ini langsung memicu kekhawatiran besar dari berbagai pelaku industri pariwisata tanah air. Peristiwa memalukan tersebut berpotensi merusak reputasi baik para pelancong domestik yang ingin berkunjung ke Negeri Ginseng atau lebih tepatnya Korea Selatan.

Pemandu wisata menjelaskan bahwa seluruh rangkaian agenda liburan awalnya berjalan sangat kondusif sesuai rencana awal. Selanjutnya, para peserta tur sempat menikmati beberapa objek wisata populer di kota Seoul dengan penuh kegembiraan. Namun, suasana berubah menjadi tegang saat rombongan bersiap menuju ke bus pariwisata di titik kumpul sore hari. Pria asal Jawa Timur tersebut kedapatan sudah tidak berada di tempat dan mengabaikan panggilan telepon dari petugas.

Upaya Pencarian Intensif dan Koordinasi Darurat Bersama Otoritas Seoul

Namun, manajemen biro perjalanan langsung bergerak cepat menyisir area penginapan dan lokasi terakhir kunjungan mereka. Mereka juga menghubungi nomor kontak darurat keluarga korban yang berada di kampung halaman untuk mencari informasi tambahan. Pihak travel akhirnya melaporkan kasus kehilangan ini secara resmi kepada kepolisian dan imigrasi setempat karena pencarian mandiri nihil hasil. Mereka terpaksa meninggalkan pria tersebut karena jadwal penerbangan pulang ke tanah air sudah tidak bisa ditunda lagi.

Dampak Negatif Aksi Nekat Bagi Pengajuan Visa Kunjungan ke Korea Selatan

Pihak penyelenggara tur menegaskan komitmen mereka untuk membantu penelusuran kasus ini bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul. Mereka memastikan bahwa tindakan melanggar hukum dari oknum wisatawan Indonesia ini baerada di luar kendali manajemen perusahaan. Oleh karena itu, pengetatan aturan seleksi dokumen calon pelanggan akan menjadi prioritas utama travel ke depannya. Langkah tegas ini sangat penting guna mencegah adanya modus pelarian tenaga kerja ilegal dengan kedok visa liburan.