USM News
Mahasiswa KKN USM Latih Pelaku Usaha Bandarharjo Kelola Stok Barang Secara Digital

Semarang (USMNEWS) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Semarang melaksanakan program kerja individu berupa “Optimalisasi Manajemen Utang-Piutang dan Stok Barang Digital Melalui Aplikasi BukuWarung pada UMKM Kelurahan Bandarharjo” pada Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RW 8 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang ini bertujuan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola utang-piutang pelanggan dan persediaan barang secara lebih tertib, efisien, serta memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi BukuWarung.
Program tersebut dilaksanakan oleh Citra Amelia Putri, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Nur Fithriani Fatma C., S.T., M.T. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola administrasi usaha menggunakan teknologi digital.
Berdasarkan hasil survei lapangan, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki sistem pencatatan utang-piutang pelanggan secara rapi dan terjadwal. Selain itu, pengelolaan persediaan barang masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi kehabisan stok ataupun penumpukan barang. Kondisi tersebut menyebabkan arus kas usaha menjadi kurang optimal karena modal usaha banyak yang tertahan pada piutang pelanggan maupun stok yang tidak terkontrol.
Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen keuangan usaha, khususnya dalam pencatatan utang-piutang, pengelolaan stok barang, serta pengelolaan modal usaha agar bisnis dapat berjalan lebih efektif. Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan aplikasi BukuWarung sebagai media digital yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi, mengelola utang-piutang pelanggan, memanfaatkan fitur pengingat tagihan melalui WhatsApp, serta melakukan pencatatan persediaan barang secara praktis.
“Saat ini pelaku UMKM tidak perlu lagi mencatat utang pelanggan maupun stok barang secara manual. Dengan memanfaatkan aplikasi BukuWarung, seluruh data transaksi dapat tersimpan dengan rapi sehingga memudahkan pelaku usaha dalam mengontrol piutang, stok barang, dan kondisi keuangan usahanya,” ujar Citra Amelia Putri saat menyampaikan materi pelatihan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya pencatatan utang-piutang dan pengelolaan stok barang sebagai bagian dari manajemen usaha yang baik. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik langsung penggunaan aplikasi BukuWarung dengan didampingi mahasiswa KKN. Pelaku UMKM dibimbing menginput data pelanggan, transaksi penjualan, data utang-piutang, serta persediaan barang ke dalam aplikasi. Peserta juga diajarkan cara menggunakan fitur pengingat tagihan melalui WhatsApp serta memantau stok barang agar lebih terkontrol.
“Selama ini kami masih mencatat utang pelanggan di buku tulis sehingga sering lupa melakukan penagihan. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi mengetahui cara menggunakan aplikasi BukuWarung yang ternyata lebih praktis dan sangat membantu dalam mengelola usaha,” ujar salah seorang pelaku UMKM peserta kegiatan.
Hal senada juga disampaikan Ketua RW 8 Kelurahan Bandarharjo, Yuliati. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM karena mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan usaha berbasis digital.
“Kami mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN Universitas Semarang yang telah memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pemanfaatan aplikasi digital dalam mengelola usaha. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan sehingga usaha masyarakat semakin berkembang dan mampu mengikuti perkembangan teknologi,” tutur Yuliati.
Melalui pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM di RW 8 Kelurahan Bandarharjo mampu menerapkan sistem pencatatan utang-piutang dan pengelolaan stok barang secara digital menggunakan aplikasi BukuWarung. Dengan demikian, pengelolaan usaha menjadi lebih tertata, arus kas lebih sehat, risiko kerugian akibat piutang macet maupun stok yang tidak terkontrol dapat diminimalkan, serta daya saing UMKM di era digital semakin meningkat.

