Connect with us

International

Kamera Digital Terbesar di Dunia Beroperasi di Chile

Published

on

Semarang (usmnews) – Dunia astronomi internasional resmi memasuki babak baru yang sangat revolusioner pada tahun ini. Para ilmuwan sukses menyalakan instrumen penangkap gambar ruang angkasa tercanggih di gurun Atacama. Oleh karena itu, kabar mengenai kamera digital terbesar di dunia beroperasi di Observatorium Vera C. Rubin, Chile, langsung menggemparkan komunitas sains global. Raksasa teknologi ini mengemban misi ilmiah selama 10 tahun penuh untuk memetakan seluruh langit malam secara detail.

Perangkat optik raksasa tersebut memiliki resolusi sensor yang luar biasa besar, yaitu mencapai 3.200 megapiksel. Selain itu, bobot total struktur kamera canggih ini menembus angka hampir tiga ton. Kemampuan sensor mutakhirnya mampu memotret objek kosmik yang sangat redup di luar angkasa dengan sangat tajam. Bahkan, setiap jepretan tunggal dari lensa raksasa ini menghasilkan berkas data mentah sebesar 8 gigabita. Kondisi tersebut otomatis menjadikan proyek sains ini sebagai produsen data astronomi terbesar sepanjang sejarah manusia.

Misi Mengambil Gambar Langit Malam Lewat Proyek LSST

Kamera super ini akan memotret kubah langit secara berkala dalam proyek Legacy Survey of Space and Time (LSST). Instrumen peka cahaya tersebut mengambil gambar ruang angkasa setiap 40 detik sekali sepanjang malam secara konsisten. Kemudian, sistem komputer akan menggabungkan ratusan foto dari area yang sama menjadi sebuah rekaman visual interaktif. Melalui pendekatan modern ini, para astronom dapat menyusun film perubahan alam semesta, mulai dari pergerakan asteroid hingga ledakan bintang.

Temuan Ribuan Asteroid Baru Saat Kamera Digital Terbesar di Dunia Beroperasi

Kecanggihan sistem observatorium ini langsung membuahkan hasil nyata sejak fase awal pengujian instrumen. Dalam kurun waktu enam minggu pertama saja, kecerdasan buatan teleskop berhasil mendeteksi lebih dari 11.000 asteroid baru. Anda bisa membuka tabel katalog benda langit terbaru untuk melihat koordinat objek yang melintas dekat dengan planet kita. Oleh karena itu, momen ketika kamera digital terbesar di dunia beroperasi ini memberikan kontribusi besar bagi sistem pertahanan bumi dari benturan benda asing.