Business
Rupiah dan IHSG Kompak Menguat pada Awal Perdagangan

Semarang (usmnews) – Kabar baik datang dari pasar keuangan pada awal perdagangan hari Selasa ini. Saat sesi pembukaan berlangsung, nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan. Mata uang Garuda sukses naik sebanyak 12 poin menuju level Rp17.983 per dollar Amerika Serikat. Pencapaian luar biasa ini meningkat sebesar 0,07 persen apabila kita membandingkannya dengan posisi penutupan kemarin. Sebelumnya, mata uang lokal ini bertengger pada level Rp17.995 per dollar Amerika Serikat. Seorang analis pasar uang, Budi Santoso, memberikan penjelasan mengenai tren positif yang terjadi hari ini. Beliau menyatakan, “Sentimen positif di pasar Asia memberikan dorongan kuat bagi mata uang Garuda pagi ini.” Oleh karena itu, para pelaku pasar merasa sangat optimistis terhadap prospek investasi di bursa lokal.
Kondisi Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Terhadap Mata Uang Asia
Secara umum, pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia juga memancarkan sinyal positif. Bersamaan dengan naiknya nilai tukar rupiah di pasar spot, yen Jepang memimpin apresiasi dengan kenaikan 0,17 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia turut mengekor tren hijau dengan lonjakan nilai sebesar 0,15 persen hari ini. Setelah itu, won Korea Selatan dan peso Filipina kompak menguat masing-masing sebesar 0,14 dan 0,12 persen. Selain itu, dollar Singapura juga mencatatkan penguatan sebesar 0,11 persen terhadap mata uang Amerika Serikat. Langkah gemilang ini terus berlanjut saat yuan China mendulang apresiasi sekitar 0,10 persen. Dollar Hong Kong pun tidak ketinggalan dengan mengamankan kenaikan tipis sebesar 0,001 persen.

Fluktuasi Rupiah dan IHSG dan Indeks Dollar Dunia
Namun demikian, tidak semua mata uang kawasan regional Asia berhasil merangsek ke zona hijau. Baht Thailand dan dollar Taiwan justru harus menelan kenyataan pahit karena mengalami pelemahan nilai tukar. Kedua mata uang tersebut masing-masing turun tipis sebesar 0,07 persen dan 0,08 persen. Sementara itu, indeks dollar Amerika Serikat atau DXY mengalami penurunan yang memicu penguatan mata uang regional. Indeks yang mengukur kekuatan dollar ini melandai ke area 100,82 dari posisi sebelumnya di 100,85. Dengan demikian, penurunan tipis ini langsung memberikan ruang bagi mata uang Asia untuk bangkit seketika.

Laju IHSG Menghijau Mengiringi Penguatan Kurs Rupiah Hari Ini
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut memamerkan pergerakan di zona hijau secara konsisten. Tepat pada pukul 09.34 WIB, indeks saham melesat naik 8,905 poin menuju angka 5.924,976. Pada awal pembukaan, indeks saham nasional ini memulai langkahnya dengan sangat mantap di level 5.933,574. Kemudian, angka pergerakan tersebut sukses menyentuh titik tertinggi harian yang menembus level 5.943,538. Meskipun sempat mengalami koreksi sesaat, IHSG dengan cepat bangkit dari level terendahnya di posisi 5.890,441. Akibatnya, aktivitas perdagangan di lantai bursa memancarkan antusiasme yang luar biasa dari seluruh elemen investor.
Volume transaksi perdagangan saham terpantau sangat ramai karena sukses menyentuh angka 4,568 miliar lembar saham. Selanjutnya, nilai keseluruhan transaksi pada sesi pagi ini berhasil mencapai nominal sebesar Rp2,012 triliun. Frekuensi perdagangan pasar juga mencatat angka yang sangat masif, yakni sebanyak 368.613 kali transaksi aktif. Dari total pergerakan emiten pasar modal, sebanyak 280 saham mantap melangkah ke zona penguatan. Sebaliknya, sebanyak 244 saham terpaksa melemah tajam dan 196 saham lainnya memilih untuk bergerak stagnan. Kesimpulannya, tren positif hari ini memberikan angin segar bagi iklim investasi di seluruh wilayah Indonesia.







