Business
Pajak Mobil di Indonesia Termahal di Asia Tenggara?

Semarang (usmnews) – Dikutip dari oto.detik.com Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, kembali menyoroti kebijakan pajak mobil di Indonesia yang sangat tinggi. Oleh karena itu, harga kendaraan roda empat di pasar domestik menjadi tidak kompetitif jika kita bandingkan dengan negara tetangga. Fakta ini muncul dalam diskusi Evolution Indonesia Forum yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (3/2/2026). Selain itu, mahalnya beban pajak tersebut menjadi penyebab utama stagnasi pasar otomotif selama lebih dari satu dekade terakhir.
Perbandingan Harga Pajak Antar Negara

Kukuh memberikan ilustrasi yang cukup mengejutkan mengenai besaran pajak tahunan untuk unit Toyota Avanza. Meskipun mobil tersebut merupakan produk asli buatan Indonesia, konsumen dalam negeri harus membayar pajak hingga Rp5 juta per tahun. Sebaliknya, unit yang sama hanya terkena pajak sebesar Rp600 ribu saat masuk ke pasar Malaysia. Bahkan, pemerintah Thailand hanya menetapkan pajak tahunan sebesar Rp150 ribu untuk model kendaraan yang identik.
[Baca Juga: Harga Emas Ambruk 4 Persen: Ulah Bandar, Masih Bisa Naik?]
Selanjutnya, Kukuh menjelaskan bahwa skema pajak yang ada saat ini membebani konsumen hampir 50 persen dari harga asli pabrik. Oleh sebab itu, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah yakni hanya 99 unit per 1.000 penduduk. Padahal, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat luar biasa besar dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa.
Potensi Pertumbuhan Lewat Simplifikasi Pajak

Namun, Gaikindo percaya bahwa penyederhanaan aturan pajak mobil di Indonesia dapat memicu lonjakan daya beli masyarakat. Sebagai contoh, kebijakan insentif pajak selama masa pandemi terbukti berhasil meningkatkan angka penjualan secara signifikan. Dengan demikian, pasar otomotif nasional berpotensi tumbuh hingga mencapai angka 2 juta hingga 3 juta unit per tahun. Akhirnya, Kukuh berharap pemerintah segera melakukan simplifikasi pajak demi mendorong swasembada pasar dan kemajuan industri otomotif nasional secara menyeluruh.







