Connect with us

Nasional

Momen Haru Presiden Prabowo: Saat Prestasi Siswa Sekolah Rakyat Menggetarkan Hati Pemimpin Negara

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kalimantan Selatan pada Senin, 12 Januari 2026, meninggalkan kesan emosional yang mendalam.

Saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 di Banjarbaru, sang Kepala Negara tak mampu membendung rasa kagumnya hingga nyaris meneteskan air mata di hadapan publik dan kamera media. Momen ini menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi humanis seorang Prabowo yang tergetar melihat potensi besar generasi muda Indonesia di tingkat akar rumput.

Kekaguman atas Kemampuan Bahasa dan Intelektualitas

Salah satu poin utama yang memicu haru Presiden adalah kefasihan para siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Prabowo, yang menghabiskan sebagian besar masa mudanya di luar negeri, mengaku sangat terkesima karena kemampuan bicara anak-anak tersebut setara dengan mereka yang menetap di mancanegara. Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan di sekolah rakyat ternyata mampu mencetak bakat-bakat yang sangat kompetitif.

Tidak hanya soal bahasa, Presiden juga dibuat takjub oleh pencapaian akademik para siswa. Meski baru mengenyam pendidikan di SRT selama sekitar enam bulan, beberapa siswa sudah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara olimpiade, termasuk di bidang matematika. Bagi Prabowo, kecepatan adaptasi dan kecerdasan anak-anak ini adalah bukti nyata bahwa talenta unggul tersebar merata di seluruh pelosok negeri, asalkan diberikan fasilitas dan kesempatan yang tepat.

Kedisiplinan yang Mengalahkan Ekspektasi

Selain aspek akademik, perhatian Presiden tersita oleh ketangkasan fisik dan kedisiplinan para siswa dalam atraksi baris-berbaris. Secara khusus, beliau menyoroti seorang komandan cilik asal Pasuruan yang memimpin pasukan dengan sangat gagah. Prabowo bahkan berseloroh dengan membandingkan sikap tegap sang bocah dengan lulusan SMA Taruna Nusantara, lembaga pendidikan elit yang ia bina.

Dalam nada bercanda yang penuh kebanggaan, Prabowo menyentil Menteri Luar Negeri Sugiono, yang merupakan alumni Taruna Nusantara, dengan menyebut bahwa gerakan “balik kanan” sang komandan cilik mungkin lebih sempurna dibanding sang menteri. Kekaguman ini berujung pada instruksi langsung agar anak tersebut menghadapnya untuk diberikan beasiswa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan karakter yang kuat.

Refleksi Kebanggaan dan Air Mata yang Tertahan

Puncak dari emosi Presiden terlihat saat ia memberikan pernyataan di depan awak media. Ia mengaku harus berjuang keras menahan air mata agar tidak jatuh saat disorot kamera. Rasa haru tersebut bukan karena kesedihan, melainkan lahir dari rasa bangga yang luar biasa melihat kualitas anak bangsa yang ia saksikan sendiri.

Prabowo menyatakan bahwa ia dan Menteri Sosial merasakan getaran emosi yang sama, yaitu sebuah optimisme bahwa masa depan Indonesia berada di tangan yang tepat. Sebagai bentuk nyata dari apresiasinya, pemerintah berencana untuk mengirimkan siswa-siswa berprestasi tersebut ke luar negeri guna memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi mereka di kancah global.

Momen di Banjarbaru ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat bahwa harapan bagi masa depan Indonesia yang lebih maju ada pada anak-anak sekolah rakyat yang tekun belajar dan berprestasi. Ketulusan Presiden dalam merespons bakat-bakat ini memberikan pesan kuat tentang komitmen pemerintah dalam mengawal pendidikan dan sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan bangsa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *