Blog
Operasi Kemanusiaan di Labuan Bajo: Pencarian Pelatih Valencia dan Buah Hatinya Diperpanjang Tiga Hari

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Upaya pencarian terhadap pelatih tim sepak bola Valencia B asal Spanyol, Fernando Martin Carreras, beserta dua anak laki-lakinya yang hilang di perairan Taman Nasional (TN) Komodo, memasuki babak baru.
Meskipun hingga hari ketujuh tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan, tim SAR gabungan secara resmi memutuskan untuk memperpanjang masa operasi pencarian selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Jumat, 2 Januari 2026.
Latar Belakang Tragedi KM Putri Sakinah
Insiden memilukan ini bermula ketika kapal wisata jenis pinisi, KM Putri Sakinah, yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Kapal tersebut mengangkut total 11 orang, yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara satu keluarga asal Spanyol, satu pemandu wisata lokal, dan empat awak kapal (ABK).
Dalam peristiwa nahas tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri Martin, Mar Martinez Ortuno, dan salah satu putri mereka. Namun, empat orang lainnya dinyatakan hilang terbawa arus. Pada pencarian hari keempat (29 Desember 2025), tim SAR berhasil menemukan salah satu putri Martin dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, hingga saat ini masih ada tiga korban yang belum ditemukan, yaitu sang pelatih sendiri dan dua putra laki-lakinya.
Alasan Perpanjangan Operasi dan Dukungan Diplomatik
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, Fathur Rahman, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menambah waktu operasi didasari oleh hasil evaluasi intensif tim di lapangan serta adanya permintaan resmi dari berbagai pihak.
Duta Besar Spanyol di Jakarta telah menyurati Basarnas secara khusus agar proses pencarian tetap dilanjutkan demi memberikan kepastian bagi pihak keluarga. Selain itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo juga memberikan rekomendasi serupa untuk memaksimalkan penggunaan teknologi yang tersedia.

Pengerahan Teknologi Sonar dan Ahli ITB
Memasuki fase perpanjangan ini, strategi pencarian mengalami pergeseran teknis. Mengingat kuatnya arus bawah laut di Selat Pulau Padar yang sering kali menghambat penyelaman manual, tim SAR kini lebih mengandalkan teknologi canggih. Alat sonar system dan hidronav milik Polairud Polda NTT dikerahkan untuk memetakan kondisi dasar laut secara lebih mendetail.
Tim SAR juga mendapat dukungan teknis dari para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menganalisis arah arus dan anomali cuaca yang terjadi di lokasi. Fathur menjelaskan bahwa jika alat sonar menangkap sinyal atau objek mencurigakan di dasar laut, tim penyelam profesional akan segera diterjunkan ke titik koordinat tersebut. Selain upaya bawah air, penyisiran visual di permukaan laut di sekitar Pulau Padar dan Pulau Rinca tetap dilakukan secara konsisten oleh belasan kapal motor.
Sisi Emosional dan Harapan Keluarga
Ketegangan dan duka mendalam masih menyelimuti Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Istri Martin, Mar Martinez Ortuno, bersama anggota keluarga lainnya dari Spanyol, terus memantau jalannya operasi. Pada keberangkatan tim hari kedelapan, Mar tampak memberikan dukungan moril dengan membungkukkan badan sebagai tanda hormat dan terima kasih kepada para petugas yang tetap gigih bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu.
Meskipun tantangan alam seperti gelombang tinggi dan arus yang berubah-ubah menjadi kendala utama, semangat tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan tetap tinggi. Perpanjangan waktu hingga 4 Januari 2026 ini diharapkan dapat membuahkan hasil signifikan, sehingga misteri hilangnya sang pelatih dan anak-anaknya dapat segera terungkap dan membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.







