Nasional
Bencana Alam Mengerikan Landa Bener Meriah, Aceh: 11 Korban Jiwa, Belasan Lainnya Masih dalam Pencarian

Banda aceh (usmnews) di kutip dari detiknews Bencana alam berupa **banjir bandang dan tanah longsor** yang hebat telah melanda Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, membawa dampak yang sangat memilukan bagi masyarakat setempat. Musibah ini, yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi, telah menelan sejumlah korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Data terkini yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ganda ini telah mencapai **11 orang**. Angka ini merupakan data sementara yang dilaporkan oleh otoritas setempat, mengindikasikan bahwa proses identifikasi dan penemuan korban masih terus berlangsung di tengah kondisi lapangan yang sulit.
Selain korban jiwa yang sudah terkonfirmasi, situasi kian mencekam dengan adanya laporan bahwa **13 warga lainnya masih dinyatakan hilang**. Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran pun segera dilancarkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat. Namun, medan yang berat dan akses yang terputus menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh tim penyelamat.
### ⚠️ Kerusakan Meluas di Enam Kecamatan

Dilaporkan bahwa dampak bencana ini tidak terpusat pada satu titik saja, melainkan tersebar luas di **enam kecamatan** di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Penyebaran korban dan kerusakan di banyak wilayah ini mengindikasikan skala bencana yang luar biasa.
Pejabat berwenang, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Bener Meriah, Bapak Ilham Abdi, menyampaikan pembaruan situasi ini kepada awak media, sebagaimana dilansir oleh *detikSumut* pada Kamis (27/11/2025). Pernyataan ini menegaskan perlunya respons cepat dan terpadu dari berbagai pihak untuk menangani situasi darurat ini.
### 🚧 Empat Kecamatan Terisolasi Total: Akses dan Komunikasi Terputus
Salah satu aspek paling kritis dari musibah ini adalah terputusnya akses ke beberapa wilayah. Ilham Abdi menjelaskan bahwa saat ini, **empat kecamatan** di Bener Meriah berada dalam kondisi **terisolasi total**. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah **Syiah Utama, Mesidah, Pintu Rime Gayo, dan Gajah Putih**.

Keterisoliran ini disebabkan oleh **putusnya total jaringan jalan** yang menjadi satu-satunya jalur penghubung, kemungkinan akibat tertimbun material longsor atau hanyut diterjang banjir. Lebih lanjut, kendala ini diperparah dengan **terputusnya akses komunikasi**. Hilangnya sinyal atau rusaknya infrastruktur telekomunikasi membuat pihak berwenang di pusat kesulitan untuk mendapatkan data pasti, mengirimkan bantuan, atau bahkan memastikan kondisi keselamatan warga di empat kecamatan tersebut. Upaya untuk menembus dan membangun kembali komunikasi dengan wilayah-wilayah terisolir ini menjadi prioritas utama tim penanggulangan bencana.
### 💧 Kondisi Cuaca dan Infrastruktur Penunjang
Meskipun laporan terbaru menyatakan bahwa **hujan yang mengguyur Bener Meriah sudah mereda**, dampak buruknya masih terasa. Infrastruktur dasar penunjang kehidupan masyarakat masih lumpuh. Bapak Ilham Abdi menambahkan bahwa **listrik masih padam** dan **jaringan internet terputus**. Pemadaman listrik tidak hanya menghambat aktivitas normal masyarakat, tetapi juga menyulitkan upaya pencarian yang seringkali harus dilakukan pada malam hari. Ketiadaan jaringan internet memperlambat penyebaran informasi dan koordinasi bantuan dari luar daerah.
Secara keseluruhan, Kabupaten Bener Meriah kini berada dalam masa tanggap darurat yang membutuhkan perhatian dan bantuan segera dari pemerintah pusat maupun lembaga kemanusiaan. Fokus utama saat ini adalah percepatan pencarian 13 korban yang masih hilang, pemulihan akses jalan dan komunikasi ke empat kecamatan yang terisolasi, serta penyediaan kebutuhan darurat bagi para korban selamat yang tersebar di enam kecamatan terdampak. Situasi ini merupakan pengingat keras akan kerentanan wilayah Aceh terhadap bencana hidro-meteorologi, dan pentingnya kesiapsiagaan mitigasi bencana.







