Connect with us

Business

Tren Deflasi Awal Pekan: Mayoritas Harga Pangan Nasional Mengalami Penurunan, Cabai Rawit dan Daging Sapi Turun Signifikan

Published

on

Jakarta (usmnews) – Dikutip dari ANTARA, kabar melegakan datang bagi konsumen di seluruh Indonesia pada awal pekan ini. Berdasarkan pemantauan data terbaru dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), mayoritas komoditas pangan strategis menunjukkan tren penurunan harga yang cukup merata.

Laporan yang dirilis pada Senin pagi pukul 08.40 WIB ini mencatat adanya koreksi harga ke bawah pada berbagai kebutuhan pokok, mulai dari bumbu dapur, beras, hingga sumber protein hewani, memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat.

​Penurunan paling mencolok terlihat pada komoditas hortikultura yang sering menjadi penyumbang inflasi, yakni cabai rawit merah. Harganya tercatat anjlok cukup dalam sebesar Rp3.724 menjadi Rp40.337 per kilogram. Tren penurunan ini juga diikuti oleh jenis cabai lainnya; cabai merah besar turun drastis hampir tiga ribu rupiah menjadi Rp50.967 per kilogram, sementara cabai merah keriting mengalami penurunan moderat menjadi Rp53.389 per kilogram. Tak hanya cabai, kelompok bawang-bawangan juga kian terjangkau. Bawang merah kini dibanderol Rp39.650 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol turun menjadi Rp35.870 per kilogram.

​Di sektor makanan pokok, harga beras yang selama ini menjadi perhatian utama juga menunjukkan pergerakan yang menggembirakan. Seluruh jenis beras mengalami penurunan harga, baik itu beras premium yang kini berada di angka Rp15.279 per kilogram, beras medium di Rp13.294 per kilogram, maupun beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang turun tipis ke level Rp12.409 per kilogram.

Komoditas biji-bijian lain seperti jagung di tingkat peternak juga turun harga, meskipun kedelai biji kering impor menjadi satu dari sedikit komoditas yang mengalami kenaikan tipis.

​Kabar baik juga terlihat pada harga sumber protein hewani. Daging sapi murni mengalami penurunan signifikan sebesar lebih dari tiga ribu rupiah menjadi Rp132.041 per kilogram.

Penurunan yang lebih tajam terjadi pada daging kerbau beku impor dan daging kerbau segar lokal, yang masing-masing turun lebih dari enam ribu dan empat ribu rupiah. Komoditas unggas pun turut melandai; harga daging ayam ras dan telur ayam ras kompak mengalami penurunan, masing-masing menjadi Rp37.612 dan Rp30.020 per kilogram.

​Selain itu, kebutuhan dapur pendukung seperti minyak goreng (kemasan, curah, dan Minyakita), gula konsumsi, tepung terigu, hingga garam juga mencatatkan penurunan harga yang bervariasi, mulai dari penurunan tipis hingga ratusan rupiah. Namun, dinamika harga yang berbeda terjadi di sektor perikanan.

Sementara ikan tongkol dan ikan bandeng harganya turun, ikan kembung justru melawan tren pasar dengan mengalami kenaikan harga sebesar Rp1.643 menjadi Rp44.349 per kilogram. Secara keseluruhan, data Bapanas pagi ini menunjukkan situasi pasar yang kondusif dengan harga pangan yang cenderung lebih bersahabat bagi konsumen.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *