Connect with us

Business

Menyemai Laba dari Hobi Kakek dan Eyang

Published

on

Jakarta (usmnews)– Ike Anggraini mendirikan Keboen Keyang Pottery saat pandemi Covid-19 berawal dari hobi keluarga merawat tanaman. Ia menamai usahanya dari panggilan cucunya kepada kakek dan eyang. Ike memanfaatkan tren bercocok tanam untuk menjual tanaman hias beserta pot sekaligus menjaga imunitas dan membuka peluang bisnis.


Ike menghadapi tantangan berat di awal, terutama saat pengiriman. Dari sepuluh pot, tujuh pecah. Ia lalu memperbaiki sistem pengepakan hingga produk bisa aman terkirim ke seluruh Indonesia. Ia juga menjadikan penggantian produk rusak sebagai keunggulan bisnis.

Kini, Keboen Keyang mempekerjakan lima pengrajin dan empat karyawan dengan bahan baku tanah liat dari Jawa Barat. Produk jadi dikirim ke gudang Jakarta untuk finishing dan pengemasan sebelum dipasarkan. Keboen Keyang sudah memproduksi sekitar 100 SKU, meliputi pot, dekorasi rumah, dan suvenir dengan harga Rp15.000–Rp700.000. Pottery character dan pottery marble white menjadi produk terlaris.


Ike memperluas pasar lewat penjualan online di Shopee, Tokopedia, TikTok, Blibli, dan PaDI UMKM, serta membuka gerai di Cilandak, Sarinah, Local Strunk Grand Indonesia, dan Lakon Indonesia Mall Kelapa Gading. Produk Keboen Keyang juga hadir di House of Handycraft, Tokyo.

Produk berukuran kecil berbentuk karakter paling diminati untuk dekorasi rumah dan suvenir. Keboen Keyang rutin ikut pameran, seperti Gebyar Nusantara di Kuala Lumpur, dan segera tampil di Find Design, Marina Bay Sands Singapura, pada 11–13 September 2025.
Ike menargetkan ekspor dalam skala besar, kolaborasi dengan brand global, dan menjadikan Keboen Keyang Pottery sebagai produk Indonesia yang mendunia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *