Connect with us

Business

32 Ton Paha Kodok Asal Sumsel Tembus Pasar Prancis, Raup Rp5,24 Miliar

Published

on

Semarang (usmnews) — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatra Selatan (Sumsel) memfasilitasi ekspor 32,06 ton paha kodok asal Bumi Sriwijaya menuju Prancis. 

Kepala Karantina Sumsel Sri Endah Ekandari memastikan kelengkapan dokumen dan kesehatan kodok rawa sebelum diekspor ke Prancis.

Menurut Endah, ekspor paha kodok juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, terutama para penangkap kodok di pedesaan.

Aktivitas itu menjadi mata pencaharian alternatif yang mendorong pemanfaatan hayati berkelanjutan dengan prinsip konservasi dan keseimbangan ekosistem.

Dia menyebut sepanjang 2023 lalu, pihaknya juga mencatat ekspor paha kodok Sumsel telah mencapai 17,08 ton. Pada 2024, volume ekspor tercatat naik signifikan 405,85% atau menjadi 86,4 ton. 

Kodok rawa hidup di lahan basah dan persawahan. Setelah menangkapnya, eksportir bersertifikasi resmi mengolah bagian pahanya dengan menerapkan standar HACCP.

Teknisi Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Karantina Sumsel melakukan pemeriksaan fisik, mengawasi tempat pengolahan, dan memverifikasi dokumen.

Ia menegaskan bahwa petugas menjalankan seluruh proses secara cermat dan sesuai prosedur untuk menjamin keamanan, mutu, dan kelancaran ekspor.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *