Entertainment
Yerin Ha Bridgerton 4 Alami Isu Rasisme
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Insertlive.com Isu rasisme menerpa aktris asal Korea Selatan, Yerin Ha, saat mempromosikan musim keempat serial Bridgerton. Dugaan perlakuan diskriminatif ini memicu reaksi keras dari para penggemar di media sosial.
Pada Rabu (18/2), Netflix menggelar acara promosi di Madrid, Spanyol, untuk menyambut penayangan bagian kedua Bridgerton 4 minggu depan. Penyelenggara mengusung konsep pesta topeng, mengambil inspirasi langsung dari salah satu adegan ikonik serial tersebut.
Yerin Ha, pemeran karakter utama Sophie Baek, hadir bersama dua lawan mainnya, Luke Thompson dan Hannah Dodd. Ketiga bintang ini melayani wawancara dengan media lokal dan menjalani sesi pemotretan mengenakan busana karya desainer Spanyol.
Namun, kontroversi mencuat ketika materi promosi rilis. Penggemar menilai akun Netflix Spanyol lebih menonjolkan sosok Hannah Dodd ketimbang Yerin dan Luke yang berstatus pemeran utama. Dalam sebuah foto resmi, Hannah berdiri di depan dan bersebelahan langsung dengan Luke, sementara Yerin berdiri dengan jarak yang cukup kentara dari keduanya.
“Mengapa Yerin bukan fokusnya? Mereka salah menempatkan orang-orang di foto ini,” kritik akun X @ssp***.
Tudingan rasisme tidak berhenti pada tata letak foto. Media Spanyol, ABC, turut memicu kemarahan penggemar karena salah menuliskan nama sang aktris menjadi “Yern Ha” dalam laporan wawancara mereka. Netizen membandingkan kelalaian ini dengan penulisan nama “Luke Thompson” yang lebih panjang namun tertulis sempurna.
Yerin Ha sendiri sukses mencuri perhatian publik internasional setelah meraih peran Sophie Baek. Dalam Bridgerton 4, karakternya menjalin kisah cinta pelik dan terlarang dengan Benedict Bridgerton (Luke Thompson).
[Baca Juga: Pesona Carmen Hearts2Hearts: Tampil Beda dengan Rambut Pink]
Sebelumnya, Yerin Ha membangun reputasinya lewat mini seri Bad Behaviour (2023) dan The Survivors (2025). Darah seni rupanya mengalir kuat dari sang nenek, Son Sook, seorang aktris legendaris sekaligus tokoh politik terkemuka di Korea Selatan.