Lifestyle

BPOM Temukan 9 Obat Herbal Ilegal Pemicu Serangan Jantung

Published

on

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali membunyikan alarm bahaya bagi kita semua. Pada awal tahun 2026 ini, mereka berhasil menyita sembilan produk obat bahan alam ilegal yang beredar luas di pasaran. Penemuan ini menampar keras industri kesehatan karena produk-produk tersebut mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada produsen yang mencampurkan bahan kimia berbahaya demi keuntungan semata. Para pelaku usaha nakal ini sering mempromosikan produk mereka dengan klaim “cespleng”. Padahal, efek instan tersebut menyimpan risiko kesehatan fatal bagi konsumen yang menggunakannya tanpa pengawasan medis.

Bahaya Tersembunyi di Balik Klaim Herbal

Label “herbal” atau “alami” pada kemasan sering kali menipu masyarakat. Faktanya, hasil uji laboratorium BPOM menunjukkan kandungan zat kimia keras seperti Sibutramin, Sildenafil, dan Glibenklamid dalam produk-produk tersebut. Sibutramin, zat yang umum dalam obat pelangsing ilegal, bekerja memacu jantung secara berlebihan. Zat ini dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung bagi penggunanya.

Sementara itu, produsen sering mencampurkan Sildenafil dan Tadalafil ke dalam obat stamina pria. Zat ini memiliki efek samping pelebaran pembuluh darah yang ekstrem. Seseorang dengan riwayat penyakit jantung bisa mengalami kematian mendadak jika menelan obat ini tanpa resep dokter. Begitu pula dengan Glibenklamid pada obat diabetes ilegal yang bisa membanting kadar gula darah hingga memicu koma.

Daftar Produk yang Wajib Anda Hindari

BPOM menyoroti sembilan merek yang masuk dalam kategori public warning. Produk-produk ini meliputi obat pelangsing tubuh, penambah stamina pria, obat pegal linu, hingga obat gejala kencing manis. Beberapa nama yang mencuat antara lain produk pelangsing Fix Slim dan kopi stamina Mandalika.

BPOM telah bergerak cepat menarik produk-produk tersebut dari peredaran dan memusnahkannya. Namun, Anda memegang peran kunci dalam perlindungan diri. Kita harus lebih kritis dan jangan mudah percaya pada iklan yang menjanjikan kesembuhan instan.

Sebagai langkah pencegahan, pastikan Anda selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli obat. Jangan pertaruhkan nyawa Anda dan keluarga hanya karena percaya janji manis produk ilegal yang belum jelas keamanannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version