Lifestyle
Waspada Komplikasi Serius: Dokter Ingatkan 7 Dampak Buruk Kebiasaan Menahan Kencing
Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia Kebiasaan menunda buang air kecil sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Entah karena kesibukan pekerjaan, malas beranjak dari tempat duduk, atau sulit menemukan toilet saat berada di tengah perjalanan, tindakan ini kerap dianggap tidak berbahaya. Namun, para ahli kesehatan dan dokter urologi memberikan peringatan keras bahwa menahan kencing bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi sistem perkemihan dan kesehatan organ dalam manusia.
Secara medis, kandung kemih memiliki kapasitas terbatas untuk menampung urine. Jika sinyal alami tubuh untuk mengeluarkan cairan sisa tersebut terus diabaikan, akan muncul berbagai risiko kesehatan yang bersifat jangka pendek maupun permanen. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai tujuh bahaya utama yang mengintai jika Anda sering menahan kencing:
1. Timbulnya Rasa Nyeri yang Menetap
Salah satu efek langsung yang dirasakan saat menahan kencing adalah nyeri di area perut bagian bawah. Kondisi ini terjadi karena otot-otot kandung kemih dipaksa untuk terus berkontraksi guna menahan beban cairan yang terus bertambah. Rasa nyeri ini terkadang tidak langsung hilang meski urine sudah dikeluarkan; banyak orang tetap merasakan kram atau rasa tidak nyaman di area panggul selama beberapa saat setelah buang air kecil.
2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Urine merupakan limbah metabolisme tubuh yang mengandung berbagai bakteri, racun, dan kotoran. Jika cairan ini dibiarkan mengendap terlalu lama di dalam saluran kemih, bakteri akan memiliki kesempatan untuk berkembang biak dengan sangat cepat. Kondisi ini menjadi pemicu utama Infeksi Saluran Kemih (ISK). Gejalanya meliputi sensasi terbakar saat kencing, urine yang berwarna keruh, hingga keinginan buang air kecil yang terus-menerus namun urine yang keluar hanya sedikit (anyang-anyangan).
3. Peregangan Kandung Kemih (Kandung Kemih Longgar)
Dalam jangka panjang, kebiasaan menahan pipis dapat merusak elastisitas otot kandung kemih. Ibarat balon yang ditiup terlalu kencang dan terlalu lama, otot tersebut bisa mengalami “peregangan berlebih” sehingga tidak mampu kembali ke bentuk aslinya. Hal ini menyebabkan kandung kemih menjadi longgar dan lemah, yang berakibat pada ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan urine secara total saat berkemih.
4. Risiko Terbentuknya Batu Ginjal
Urine mengandung konsentrasi mineral yang tinggi, seperti kalsium dan natrium. Jika urine tertahan lama di dalam tubuh, mineral-mineral ini dapat mengendap dan mengkristal. Kristal tersebut lama-kelamaan akan mengeras dan membentuk batu ginjal atau batu kandung kemih. Jika ukuran batunya membesar, penderita akan mengalami nyeri hebat saat kencing bahkan risiko pendarahan (urine bercampur darah).
5. Inkontinensia Urine (Ngompol)
Sering menahan kencing dapat mengganggu fungsi saraf yang mengatur kontraksi kandung kemih. Akibatnya, otot dasar panggul menjadi lemah dan tidak lagi memiliki kontrol yang kuat. Kondisi ini disebut inkontinensia urine, di mana seseorang tidak sengaja mengeluarkan urine saat tertawa, batuk, atau bersin. Pada tahap yang lebih parah, seseorang bisa mengompol tanpa disadari karena otak tidak lagi peka terhadap sinyal penuhnya kandung kemih.
6. Sistitis (Radang Kandung Kemih)
Paparan bakteri yang menumpuk akibat tertahannya urine dapat menyebabkan peradangan kronis pada dinding kandung kemih, yang dikenal sebagai sistitis. Kondisi ini jauh lebih menyakitkan daripada ISK biasa dan memerlukan penanganan medis yang intensif agar tidak menimbulkan luka permanen pada jaringan dalam saluran kemih.
7. Kerusakan Ginjal Permanen
Bahaya yang paling mematikan adalah tekanan balik urine menuju ginjal. Ketika kandung kemih sudah terlalu penuh dan tidak bisa menampung lagi, urine bisa terdorong kembali ke arah ureter dan ginjal. Tekanan ini dapat merusak unit penyaring ginjal dan menyebabkan gagal ginjal atau infeksi ginjal serius (pielonefritis). Jika kerusakan sel ginjal sudah terjadi secara permanen, pasien mungkin memerlukan perawatan cuci darah seumur hidup.
Saran Pencegahan
Untuk menjaga kesehatan, para dokter menyarankan agar seseorang buang air kecil secara teratur setiap 3 hingga 4 jam sekali. Jangan menunggu hingga kandung kemih terasa sangat penuh atau sakit. Selain itu, penuhilah kebutuhan air putih harian untuk membantu membilas bakteri dari saluran kemih secara alami. Ingatlah bahwa kesehatan ginjal Anda jauh lebih berharga daripada menunda waktu sejenak untuk pergi ke toilet.