Lifestyle
Waspada Infeksi Cacing: Mengubah Kebiasaan Sepele Anak demi Tumbuh Kembang Optimal
Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNBC Indonesia, Masalah kesehatan anak sering kali tidak datang dari kejadian besar, melainkan dari akumulasi kebiasaan sehari-hari yang dianggap remeh oleh orang tua.
Salah satu isu yang tetap relevan hingga tahun 2026 ini adalah infeksi cacing (helminthiasis). Meskipun terdengar seperti penyakit klasik, cacingan tetap menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan pemahaman yang benar mengenai pola transmisinya.
Kebiasaan Kecil yang Berisiko Tinggi
Artikel tersebut menyoroti beberapa aktivitas harian yang sering luput dari pengawasan namun menjadi pintu masuk utama telur cacing ke dalam tubuh anak:
- Menggigit Kuku (Nail Biting): Di bawah kuku yang tampak bersih sekalipun, telur cacing mikroskopis dapat bersarang. Saat anak menggigit kuku, telur tersebut langsung masuk ke saluran pencernaan.
- Bermain di Tanah Tanpa Alas Kaki: Tanah merupakan media utama bagi cacing tambang. Larva cacing ini memiliki kemampuan untuk menembus kulit pori-pori kaki yang telanjang.
- Mencuci Tangan yang Tidak Sempurna: Seringkali anak mencuci tangan hanya dengan air tanpa sabun sebelum makan atau setelah bermain dengan hewan peliharaan, yang tidak cukup kuat untuk meluruhkan telur cacing yang menempel.
- Mengonsumsi Buah dan Sayur Mentah yang Kurang Bersih: Sisa tanah pada sayuran yang tidak dicuci bersih bisa mengandung telur cacing dari kotoran hewan atau manusia.
Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan
Infeksi cacing bukan sekadar masalah perut mulas. Jika dibiarkan, parasit ini akan menyerap nutrisi penting yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan anak. Dampaknya meliputi:
- Anemia dan Gizi Buruk: Cacing menghisap darah dan nutrisi, menyebabkan anak pucat, lesu, dan berat badan sulit naik.
- Gangguan Kognitif: Kekurangan nutrisi kronis akibat cacingan dapat menurunkan daya konsentrasi dan kemampuan belajar anak di sekolah.
- Risiko Stunting: Infeksi berulang dalam jangka panjang menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.
Langkah Preventif bagi Orang Tua
Untuk memutus rantai infeksi, orang tua wajib menanamkan edukasi kebersihan sejak dini. Selain membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) di bawah air mengalir, orang tua juga disarankan untuk secara rutin memotong kuku anak seminggu sekali.
Selain itu, pemberian obat cacing secara berkala (biasanya setiap 6 bulan sekali) merupakan langkah medis yang sangat dianjurkan oleh ahli kesehatan, terutama jika anak aktif bermain di luar ruangan. Kebersihan sanitasi di rumah dan memastikan makanan yang dikonsumsi dimasak dengan matang sempurna juga menjadi kunci utama dalam menjaga anak tetap sehat dan bebas dari parasit.