Nasional
Waspada! Bibit Siklon 98P Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia
Semarang(usmnews) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Indonesia pekan ini. Stasiun meteorologi mendeteksi kemunculan Bibit Siklon 98P yang saat ini tumbuh di sekitar Laut Timor, tepatnya di sebelah selatan Maluku. Fenomena alam ini memicu pembentukan awan hujan masif yang berpotensi mengguyur berbagai daerah dengan intensitas tinggi.
Dampak Signifikan pada Cuaca dan Gelombang Laut
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan bahwa Bibit Siklon 98P memberikan dampak tidak langsung namun signifikan terhadap cuaca di Indonesia. Sistem tekanan rendah ini menarik massa udara yang mengandung uap air dalam jumlah besar. Akibatnya, awan Cumulonimbus tumbuh subur di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Masyarakat yang tinggal di pesisir selatan Jawa perlu meningkatkan kewaspadaan karena angin kencang dapat memicu gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter.
BACA JUGA : BMKG Deteksi Tiga Bibit Siklon Tropis yang Berpotensi Picu Cuaca Ekstrem, Ini Sebaran Wilayahnya
Ancaman Banjir dan Pohon Tumbang di Perkotaan
Sejumlah wilayah telah melaporkan dampak awal dari fenomena ini. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan genangan air di beberapa ruas jalan protokol di kota-kota besar. Selain itu, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon perindang di kawasan pemukiman. Tim SAR gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini menyiagakan personelnya untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi lanjutan seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Prediksi Pergerakan Badai Tiga Hari ke Depan
Para ahli cuaca memprediksi bahwa Bibit Siklon 98P akan bergerak perlahan menjauhi wilayah Indonesia menuju Samudra Hindia. Namun, ekor badai ini masih akan mempengaruhi pola cuaca hingga tiga hari ke depan. Petani dan nelayan menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Nelayan tradisional memilih untuk menambatkan perahu mereka karena risiko melaut yang terlalu tinggi, sementara petani mengkhawatirkan genangan air yang dapat merusak kualitas panen padi mereka.
Langkah Mitigasi dan Imbauan Resmi
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk aktif memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi BMKG atau siaran televisi lokal seperti USM TV. Warga juga harus segera memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah untuk mencegah risiko pohon tumbang. Selain itu, masyarakat harus rutin membersihkan saluran air agar drainase berfungsi optimal saat hujan lebat turun.
Keselamatan menjadi prioritas utama dalam menghadapi cuaca ekstrem ini. Jangan memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan saat awan gelap mulai menyelimuti langit. Tetap tenang, namun tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang Bibit Siklon 98P ini timbulkan. Simak laporan pandangan mata selengkapnya dan pantauan langsung dari lokasi terdampak dalam video liputan di atas.
BACA JUGA : Banjir Pemalang, Konser Amal HUT ke-451 Batal