Lifestyle
Waspada Bahaya Tersembunyi di Balik Gelas Kopi: Ancaman Mikroplastik dalam Kebiasaan “Takeaway” Anda

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Bagi banyak masyarakat perkotaan, memulai hari dengan memesan secangkir kopi hangat melalui layanan takeaway sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang sulit dipisahkan. Namun, di balik kenyamanan dan aroma kopi yang menggugah selera, tersimpan risiko kesehatan serius yang jarang disadari oleh konsumen. Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman panas menggunakan gelas sekali pakai dapat menyebabkan masuknya jutaan partikel mikroplastik ke dalam tubuh manusia tanpa sengaja.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Journal of Hazardous Materials: Plastics” menyoroti bahwa suhu panas merupakan faktor utama yang memicu pelepasan partikel plastik dari wadah ke dalam cairan. Studi ini melakukan analisis mendalam terhadap ratusan sampel gelas kopi, baik yang berbahan plastik murni seperti polyethylene maupun gelas kertas yang memiliki lapisan plastik tipis di bagian dalamnya. Hasilnya cukup mengejutkan; suhu tinggi menyebabkan material plastik melunak dan mengalami proses pemuaian serta penyusutan yang ekstrem. Hal inilah yang kemudian menciptakan retakan mikroskopis dan melepaskan fragmen-fragmen kecil plastik langsung ke dalam kopi yang kita minum.
Sebagai gambaran betapa masifnya ancaman ini, data menunjukkan bahwa konsumsi gelas sekali pakai di tingkat global mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 500 miliar gelas per tahun. Dalam pengujian yang dilakukan pada suhu kopi panas standar (sekitar 60°C), pelepasan mikroplastik meningkat secara signifikan dibandingkan saat wadah digunakan untuk minuman dingin. Bahkan, diperkirakan seseorang yang rutin meminum kopi panas dari gelas plastik murni setiap hari dapat menelan hingga lebih dari 360.000 partikel mikroplastik dalam setahun.

Mikroplastik sendiri didefinisikan sebagai partikel plastik yang berukuran sangat kecil, berkisar antara 1 mikrometer hingga 5 milimeter. Karena ukurannya yang seringkali tak kasat mata, partikel ini dengan mudah masuk ke jaringan tubuh. Meski dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti secara intensif oleh para ilmuwan, keberadaan benda asing plastik di dalam sistem tubuh tentu menjadi alarm bahaya bagi metabolisme dan kesehatan organ dalam.
Untuk meminimalisir risiko ini, masyarakat sangat disarankan untuk mengubah kebiasaan minum kopi mereka. Langkah paling efektif adalah dengan beralih menggunakan tumbler atau wadah minum pribadi yang terbuat dari bahan yang lebih aman dan tahan panas, seperti stainless steel, keramik, atau kaca. Jika terpaksa harus menggunakan gelas sekali pakai, pilihlah gelas kertas yang tidak memiliki lapisan plastik murni dan hindari menuangkan air dalam kondisi mendidih. Dengan langkah sederhana ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh dari paparan plastik, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi tumpukan sampah plastik yang merusak lingkungan.







