Connect with us

Lifestyle

Waspada: 10 Jenis Makanan dan Minuman yang Diam-Diam Menggerogoti Kesehatan Ginjal

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Ginjal merupakan organ vital seukuran kepalan tangan yang bekerja tanpa henti sebagai sistem penyaring alami tubuh. Fungsinya sangat krusial: membersihkan darah dari racun, menyeimbangkan cairan, serta mengatur elektrolit. Namun, tanpa disadari, pola makan sehari-hari sering kali menjadi musuh dalam selimut bagi organ ini. CNN Indonesia merilis daftar sepuluh jenis makanan dan minuman yang, jika dikonsumsi berlebihan, dapat memicu kerusakan ginjal secara bertahap.

Berikut adalah uraian lengkapnya untuk meningkatkan kewaspadaan Anda:

1. Bahaya Tersembunyi di Balik Soda Berwarna Gelap

Minuman bersoda, khususnya jenis cola yang berwarna pekat, menyimpan risiko ganda. Selain kandungan gulanya yang tinggi, minuman ini sarat akan fosfor buatan. Berbeda dengan fosfor alami, fosfor tambahan ini sangat mudah diserap oleh tubuh, yang akhirnya membebani kerja ginjal dalam menyaring darah. Akumulasi fosfor berlebih dapat merusak jaringan ginjal dalam jangka panjang.

2. Ancaman Instan dari Makanan Beku

Kemudahan penyajian makanan beku dan mi instan sering kali harus dibayar mahal dengan kesehatan. Produk-produk ini umumnya mengandung natrium (garam) dalam jumlah yang sangat tinggi sebagai pengawet. Asupan natrium berlebih memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihannya, yang juga berisiko meningkatkan tekanan darah—salah satu faktor utama kerusakan ginjal.

3. Jebakan Nutrisi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji (fast food) sering kali menjadi pilihan praktis, namun komposisinya sangat tidak bersahabat bagi ginjal. Makanan jenis ini padat akan lemak jenuh, garam, dan fosfor, namun minim nutrisi penting. Pola makan yang didominasi fast food dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memperberat fungsi penyaringan ginjal.

4. Risiko di Balik Daging Olahan

Produk seperti sosis, nugget, bacon, dan daging asap mengandung kombinasi berbahaya bagi ginjal: tinggi garam dan pengawet. Selain itu, daging olahan juga memiliki kadar protein yang tinggi. Bagi individu yang fungsi ginjalnya sudah menurun, beban protein berlebih ini dapat mempercepat kerusakan organ.

5. Produk Susu dan Keju Olahan Berlebih

Meskipun susu dan keju memiliki manfaat, konsumsi berlebihan—terutama keju olahan—perlu diwaspadai. Produk ini kaya akan fosfor dan protein. Jika dikonsumsi tanpa kendali, ginjal akan kesulitan membuang kelebihan zat-zat tersebut dari darah, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan ginjal itu sendiri serta kekuatan tulang.

6. Kandungan Tersembunyi Makanan Kaleng

Sup, sayuran, dan ikan dalam kaleng sering kali direndam dalam larutan tinggi garam untuk mengawetkannya. Natrium yang berlimpah ini dapat menyebabkan retensi cairan dan lonjakan tekanan darah. Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk memilih varian rendah garam atau membilas isi makanan kaleng dengan air bersih sebelum dimasak guna mengurangi kadar natriumnya.

7. Camilan Asin dan Keripik

Keripik kentang dan camilan gurih lainnya adalah sumber garam yang sering tidak disadari karena mudah dikonsumsi dalam jumlah banyak. Selain garam, camilan berbahan dasar kentang juga mengandung kalium yang cukup tinggi, yang perlu dibatasi oleh penderita gangguan ginjal.

8. Konsumsi Daging Merah yang Tidak Terkontrol

Protein hewani memang penting, namun daging merah menghasilkan asam dalam darah saat dicerna. Ginjal bertugas menetralkan dan membuang asam ini. Jika asupan daging merah terlalu sering dan banyak, ginjal akan mengalami kondisi asidosis (kadar asam tinggi) yang dapat merusak sel-sel ginjal seiring waktu.

9. Buah dan Jus Tinggi Kalium

Bagi orang sehat, buah adalah sumber vitamin. Namun, bagi mereka yang fungsi ginjalnya sudah menurun, buah-buahan tinggi kalium seperti pisang, alpukat, jeruk, dan kurma bisa menjadi bumerang. Ginjal yang lemah tidak mampu membuang kelebihan kalium, yang bisa berujung pada gangguan irama jantung yang fatal.

10. Gula dan Minuman Manis

Kue, permen, dan minuman manis adalah pemicu utama obesitas dan diabetes tipe 2. Diabetes sendiri merupakan penyebab nomor satu penyakit ginjal kronis di dunia. Tingginya kadar gula darah memaksa ginjal bekerja melampaui kapasitasnya untuk menyaring darah, yang lama-kelamaan akan merusak unit penyaring ginjal (nefron).

Menjaga kesehatan ginjal dimulai dari piring makan kita. Dengan membatasi konsumsi kesepuluh jenis asupan di atas dan menyeimbangkannya dengan makanan segar serta hidrasi yang cukup, kita dapat melindungi organ vital ini agar tetap berfungsi optimal hingga tua nanti.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *