Blog
USM – Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, dan Puskesmas Bangetayu Edukasi Strategi Mengelola Finansial dan Logistik Bahan Pangan Bergizi

SEMARANG – Ketersediaan bahan pangan bergizi sangat penting bagi setiap keluarga. Apalagi keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil. Sehingga tumbuh kembang anak menjadi optimal, imunitas tubuh baik, serta mencegah berbagai penyakit. Konsumsi makanan sehat juga menjadi investasi kesehatan bagi keluarga. Dengan mengkonsumsi makan sehat, fondasi kesehatan keluarga dalam jangka panjang akan terbentuk, serta kualitas hidup dan performa anak dalam belajar akan meningkat. Tak heran, pemenuhan gizi keluarga ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kota Semarang, salah satunya Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang. Tak hanya berkolaborasi dengan instansi pemerintah, Dinas Ketahanan Pangan juga berupaya menggandeng akademisi guna turut mensukseskan program ini.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dengan ketua Erlina Dewi Endah Amaliyah, S.ST., M.M. dan anggota Dr. Andhy Tri Adriyanto, S.E., M.M.; Bonita Prabasari, S.Pd., M.Ak.; serta Fajar Akriana Nila Relita, S.E., M.M., Ak., CA bersama mahasiswa Arlingga Fahma dan Retno Wahyu Astuti, turut terjun memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang strategi mengelola finansial dan logistik bahan pangan bergizi bagi keluarga. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September 2025. Tak hanya akademisi, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang juga menggandeng Puskesmas Bangetayu untuk kegiatan sosialisasi ini.
Bidan Indri Dian Anggraini, A.md. Keb. dalam kegiatan sosialisasi ini mengajak ibu-ibu hamil dengan risiko tinggi untuk lebih memperhatikan asupan gizi sehingga tidak mengalami kekurangan gizi maupun anemia. Kekurangan gizi dapat menyebabkan peningkatan risiko pendarahan, gangguan jantung, hingga kematian ibu. Sedangkan anemia dapat menyebabkan risiko keguguran, kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, stunting, atau cacat, gangguan perkembangan otak dan daya ingat, hingga kematian. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memastikan asupan gizi seimbang, kaya zat besi, asam folat, vitamin B12, serta suplemen vitamin prenatal dan zat besi.
“Kami senang dapat bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang dan juga Puskesmas Bangetayu dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini. Sebab kami dapat turut serta memberikan sosialisasi bersama dengan pihak-pihak yang memang ahli di bidangnya. Seperti hadirnya bu Bidan dari Puskesmas Bangetayu yang memberikan edukasi tentang pentingnya asupan gizi bagi keluarga terutama ibu hamil dan balita. Kemudian tim pengabdian kepada masyarakat kami sendiri dapat memberikan edukasi bidang manajemen. Lebih tepatnya tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga supaya dapat mengalokasikan dana untuk pemenuhan gizi keluarga, hingga manajemen logistik tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola bahan pangan bergizi keluarga”, kata Erlina selaku ketua tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
Dr. Endang Sarwiningsih Setyawulan, S.E., M.M., Ak., selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang mengatakan: “Setiap keluarga dapat turut serta mengusahakan ketahanan pangan bagi keluarga dengan menanam bahan pangan seperti sayur di lahan terbatas. Misalnya ada akar sisa sayur kangkung atau biji cabai jangan dibuang, tetapi bisa ditanam di polybag atau galon bekas. Diberi pupuk dan disemprot ecoenzim yang terbuat dari sisa-sisa sayur dan buah yang telah difermentasi dan terbukti aman bagi lingkungan. Kemudian setelah panen, sayur kembali bisa dimasak dan dikonsumsi keluarga.” Menurut Endang, upaya ini menjadi salah satu solusi untuk memastikan sustainability bahan pangan bergizi bagi keluarga.
Para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi. Mereka berharap supaya semakin banyak kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai pihak sehingga mereka dapat memperoleh edukasi yang komprehensif dan juga motivasi untuk memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi bagi keluarga. Dengan pengetahuan tersebut mereka bisa mendapatkan inspirasi tentang bagaimana mengelola keuangan dan logistik, serta menanam bahan pangan bergizi bagi keluarga meskipun tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam.

