Education

UGM Beri Sinyal Relaksasi UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Parah Bencana Banjir Aceh dan Sumatera

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Kompas.com Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan sikap empati yang tinggi terhadap kondisi kesulitan finansial yang mendera mahasiswanya pasca-bencana alam. Pihak universitas membuka pintu lebar untuk melakukan penyesuaian atau relaksasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak parah akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh dan beberapa bagian di Pulau Sumatera.

Komitmen ini diumumkan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Djagal Wiseso Marseno. Menurut beliau, UGM secara proaktif telah menerima dan akan memproses berbagai permohonan penyesuaian UKT, khususnya yang diajukan oleh mahasiswa dari daerah yang baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah terdampak bencana alam. Meskipun mekanisme penyesuaian UKT sudah tersedia dalam peraturan akademik sebelumnya, kebijakan ini mendapatkan penekanan dan perhatian khusus dalam konteks krisis dan kedaruratan bencana.

Prof. Djagal menjelaskan bahwa dampak dari banjir di Aceh dan Sumatera telah menimbulkan kerugian material yang signifikan, yang secara langsung berpotensi mengganggu kemampuan finansial keluarga mahasiswa untuk membayar biaya pendidikan. Oleh karena itu, UGM memandang perlu untuk memberikan kemudahan agar proses perkuliahan mahasiswa tidak terhambat akibat masalah ekonomi yang timbul di luar kendali mereka.

Mekanisme Pengajuan dan Verifikasi Ketat​Mekanisme untuk mengajukan penyesuaian UKT ini dapat dilakukan oleh mahasiswa melalui jalur pengaduan yang sudah ditetapkan oleh universitas, biasanya melibatkan Direktorat Kemahasiswaan atau bagian akademik di fakultas masing-masing. Namun, Prof. Djagal menegaskan bahwa setiap permohonan yang masuk tidak akan langsung disetujui tanpa proses verifikasi yang cermat.

Proses verifikasi ini amat penting untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Verifikasi akan dilakukan oleh tim khusus yang akan memeriksa bukti-bukti pendukung, seperti surat keterangan bencana dari pemerintah daerah setempat, dokumen kerugian, atau hasil kunjungan lapangan jika diperlukan. Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa besar tingkat keparahan dampak bencana yang dialami oleh keluarga mahasiswa, dan kemudian menentukan bentuk penyesuaian yang paling sesuai, mulai dari penurunan golongan UKT hingga, dalam kasus ekstrem, penundaan pembayaran.

Bukan Hanya Banjir, Tapi Bencana Lain​Inisiatif UGM ini mengirimkan pesan kuat mengenai peran perguruan tinggi sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswanya. Kebijakan ini juga mengindikasikan bahwa UGM siap untuk menerapkan kebijakan serupa bagi mahasiswa yang terdampak oleh jenis bencana alam lainnya di masa depan, asalkan kondisi darurat tersebut telah diakui secara resmi oleh pihak berwenang. Keputusan ini diharapkan dapat meringankan beban pikiran mahasiswa, memungkinkan mereka untuk tetap fokus pada studi di tengah kesulitan yang dihadapi keluarga di kampung halaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version