Lifestyle

Tren Baju Lebaran 2026 Dikuasai Gaya Hanbok Korea yang Sedang Viral

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Menyambut momen Hari Raya Idulfitri 2026, tren busana muslim di Indonesia kembali menghadirkan inovasi yang segar dan unik. Jika tahun-tahun sebelumnya didominasi oleh kaftan atau gamis berbahan shimmer, tahun ini giliran nuansa Negeri Ginseng yang mengambil alih panggung. Busana dengan potongan menyerupai pakaian tradisional Korea, atau yang dikenal sebagai Hanbok, kini menjadi buruan utama para fashionista muslimah di media sosial.

‎Pusat perhatian tertuju pada sebuah gerai di kawasan tekstil terbesar Asia Tenggara, Pasar Tanah Abang, Jakarta, bernama Gies Butik. Toko ini mendadak viral setelah memperkenalkan koleksi baju Lebaran yang memadukan kesantunan busana muslim (modest wear) dengan estetika klasik Korea.

‎Desain Unik: Perkawinan Budaya dalam “Sonmi Dress”

‎Koleksi yang paling banyak diperbincangkan warganet adalah seri “Sonmi Dress Hanbok Korea Style”. Dalam unggahan promosi di Instagram, Gies Butik menjelaskan bahwa konsep utama busana ini adalah menghadirkan keanggunan wanita Korea namun tetap mempertahankan sentuhan feminin yang modern.

‎Secara teknis, busana ini menawarkan fleksibilitas yang cerdas. Satu set busana terdiri dari dress panjang (inner) yang sopan, dipadukan dengan luaran (outer) berpotongan khas Hanbok—dengan kerah menyilang dan pita di dada—yang bisa dilepas-pasang (detachable). Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk tampil formal saat silaturahmi, atau lebih santai dengan melepas luaran tersebut.

‎Material Mewah untuk Kenyamanan Hari Raya

‎Bukan hanya soal model, pemilihan bahan juga menjadi kunci mengapa busana ini begitu diminati. Sang desainer tidak main-main dalam memilih tekstil. Busana ini menggunakan kombinasi bahan sutra foyogu dan aksen kain ceruti.

‎Sutra foyogu dikenal memiliki karakteristik yang mewah, permukaannya halus, dan memiliki efek “jatuh” yang cantik saat dikenakan, sehingga tidak memberikan kesan kaku atau menggembung. Perpaduan material ini menciptakan tampilan yang elegan namun tetap nyaman dipakai seharian saat berkeliling mengunjungi sanak saudara.

‎Inspirasi dari Liburan Keluarga

‎Di balik viralnya baju ini, terdapat cerita menarik dari Irma, sang pemilik Gies Butik. Kepada media, Irma mengungkapkan bahwa ide desain ini lahir dari pengalaman pribadinya saat berlibur bersama keluarga ke Korea Selatan.

‎Terpesona oleh keanggunan wanita Korea saat mengenakan Hanbok, Irma tergerak untuk membawa estetika tersebut ke Indonesia. Namun, ia tidak menjiplak mentah-mentah. Ia melakukan modifikasi agar busana tersebut sesuai dengan selera pasar Indonesia yang menyukai gaya feminin dan tentunya menutup aurat dengan sempurna.

‎Laris Manis hingga ke Malaysia

‎Ternyata, koleksi ini sudah mulai diproduksi sejak tahun 2025 dan animonya tidak surut hingga menjelang Lebaran 2026. Irma mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Popularitas “Hanbok Syari” ini bahkan menembus batas negara. Tidak hanya pembeli lokal, para pedagang grosir dan pembeli dari Malaysia kerap memborong koleksi ini di tokonya.

‎Dengan harga yang cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp325.000, masyarakat sudah bisa mendapatkan tampilan chic ala drama Korea tanpa menguras kantong. Fenomena ini membuktikan bahwa kreativitas dalam memadukan budaya pop global dengan kebutuhan busana lokal selalu memiliki tempat istimewa di hati konsumen Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version