Sports
Tragedi Ganda Neymar: Cedera Meniskus Hapus Mimpi Piala Dunia 2026 dan Ancam Karier di Santos.
Semarang(Usmnews)– Dikutip dari kompas.com Kabar buruk kembali menghantam dunia sepak bola Brasil. Bintang veteran Tim Nasional Brasil, Neymar Jr., kini berada di ambang kegagalan besar untuk tampil di panggung Piala Dunia 2026. Harapan untuk melihat aksi magis pemain berusia 33 tahun tersebut di turnamen akbar itu menipis drastis setelah ia menderita cedera lutut serius saat membela klubnya, Santos.
Berdasarkan pemeriksaan medis terkini, Neymar didiagnosis mengalami cedera pada bagian meniskus lutut kiri. Cedera ini bukan hanya sekadar memar, melainkan kerusakan struktural yang memaksanya untuk menutup musim kompetisi tahun 2025 lebih cepat. Absennya Neymar diprediksi akan berlangsung cukup lama, bahkan hingga memasuki tahun 2026, yang secara otomatis mengancam persiapannya menuju Piala Dunia.
Blunder Fatal: Mengabaikan Saran MedisKronologi cedera ini bermula dari keputusan yang dinilai cukup berisiko. Neymar sebenarnya baru saja pulih dari cedera hamstring yang membuatnya menepi pada periode September hingga Oktober 2025. Laporan dari Ge Globo mengungkap fakta mengejutkan bahwa tim medis Santos sebenarnya telah melarang sang bintang untuk langsung menjalani latihan atau pertandingan dengan intensitas tinggi.
Namun, dorongan untuk segera berkontribusi membuat Neymar memaksakan diri. Ia nekat turun ke lapangan dan bermain dalam tiga pertandingan kompetitif hanya dalam kurun waktu 11 hari. Tubuhnya yang belum siap sepenuhnya akhirnya menyerah; rasa tidak nyaman yang awalnya dianggap cedera minor ternyata adalah robekan meniskus yang fatal. Kesalahan dalam manajemen fisik ini harus dibayar mahal dengan waktu pemulihan yang panjang.
Gagal Menjawab Tantangan Carlo AncelottiCedera ini memiliki implikasi besar terhadap karier internasional Neymar. Pelatih Timnas Brasil saat ini, Carlo Ancelotti, sebelumnya telah memberikan ultimatum tegas. Juru taktik asal Italia tersebut menantang Neymar untuk membuktikan kebugaran fisiknya secara konsisten selama enam bulan sebelum pengumuman skuad final Piala Dunia.
Ancelotti, dengan filosofi pragmatisnya, menegaskan bahwa talenta saja tidak cukup. Ia lebih memprioritaskan pemain yang 100% bugar daripada pemain bintang yang rentan cedera. “Kami hanya perlu mengamati dia dan pemain lain untuk menghindari kesalahan dalam seleksi akhir,” ujar Ancelotti, dikutip dari ESPN. Dengan cedera baru ini, Neymar praktis gagal memenuhi syarat waktu enam bulan tersebut, membuat posisinya di Seleção kini diambil alih oleh ketidakpastian.
Santos di Ujung Tanduk: Degradasi dan Masalah KontrakDi level klub, situasi Neymar juga tak kalah pelik. Santos saat ini sedang berjuang mati-matian untuk lolos dari jerat degradasi, terpuruk di peringkat ke-17 klasemen Liga Brasil. Pelatih Santos, Juan Pablo Vojvoda, sempat menaruh harapan besar bahwa kepemimpinan Neymar di lapangan bisa menjadi katalis kebangkitan moral tim di sisa laga krusial, termasuk rencana memainkannya melawan Sport. Namun, harapan itu pupus karena Neymar merasa tubuhnya tak lagi sanggup memenuhi tuntutan permainan.
Lebih jauh lagi, cedera ini mengancam kelanjutan kontraknya. Ikatan kerja sama Neymar dengan Santos akan berakhir pada 31 Desember 2025, atau hanya tersisa satu bulan lagi. Mengingat statusnya sebagai pemain dengan gaji tertinggi di klub, manajemen Santos menghadapi dilema besar. Jika klub legendaris ini terdegradasi ke kasta kedua, hampir dipastikan mereka tidak akan memiliki kemampuan finansial untuk memperpanjang kontrak sang megabintang. Akhir tahun 2025 mungkin akan menjadi momen perpisahan pahit antara Neymar dan klub masa kecilnya tersebut.