Lifestyle
Tips Aman dari Ahli dalam Menggunakan Minyak Esensial untuk Buah Hati

Semarang (usmnews) dikutip dari cnbcindonesia.com Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggunaan minyak esensial (essential oil) sebagai alternatif kesehatan alami terus meningkat pesat. Tidak hanya populer di kalangan orang dewasa, penggunaan minyak esensial kini telah meluas hingga ke perawatan bayi dan anak-anak. Banyak orang tua yang mengandalkan keajaiban aroma alami ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memberikan efek relaksasi yang menenangkan hingga membantu menyegarkan dan melegakan sistem pernapasan si kecil.
Namun, di balik segudang manfaatnya, orang tua perlu menyadari bahwa penggunaan minyak esensial pada bayi memerlukan perhatian khusus dan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Memahami Sensitivitas Tubuh Bayi
Yvana Mayer, selaku Vice President Mom & Kids Category Hypefast, memberikan peringatan penting terkait hal ini. Dalam acara Konferensi Pers Kolaborasi Strategis Cessa dan RS Bunda Group yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada Kamis (27/11/2025), Yvana menjelaskan alasan fisiologis mengapa kehati-hatian sangat diperlukan.
Menurutnya, kulit bayi memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan orang dewasa; lapisannya masih sangat tipis dan sensitif. Selain itu, indra penciuman bayi pun masih dalam tahap perkembangan dan belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, tidak semua jenis minyak esensial aman untuk diaplikasikan pada bayi. Produk yang aman bagi orang dewasa bisa saja terlalu keras atau iritatif bagi bayi.
Kriteria Memilih Produk yang Tepat
Agar manfaat minyak esensial dapat dirasakan secara optimal tanpa risiko, Yvana menyarankan para ibu untuk sangat selektif. Berikut adalah langkah-langkah krusial dalam memilih produk:
- Perhatikan Label Kemasan: Pastikan produk yang dipilih secara eksplisit bertuliskan “Aman untuk Bayi” atau diformulasikan khusus untuk anak (kids friendly).
- Bahan Alami: Prioritaskan produk yang terbuat dari bahan-bahan alami tanpa campuran bahan kimia berbahaya.
- Cek Legalitas dan Sertifikasi: Ini adalah langkah yang tak boleh dilewatkan. Orang tua wajib memeriksa apakah produk tersebut memiliki izin edar dari BPOM, sertifikasi Halal dari MUI, atau standar kualitas internasional seperti ISO. Sertifikasi ini adalah jaminan bahwa produk telah lolos uji keamanan dan kelayakan pakai.
Protokol Keamanan dan Cara Penggunaan
Metode penggunaan minyak esensial pada bayi harus dilakukan dengan cara yang paling minim risiko. Metode inhalasi (dihirup) dianggap sebagai cara yang paling aman, baik melalui diffuser maupun media lain yang tidak kontak langsung dengan kulit.

Jika orang tua memilih metode oles (topikal), kewaspadaan harus ditingkatkan. Jangan pernah mengoleskan minyak secara berlebihan karena penumpukan residu minyak dapat memicu iritasi kulit. Sebelum penggunaan rutin, wajib melakukan uji tempel (patch test) dengan langkah berikut:
- Oleskan sedikit saja minyak esensial pada area kulit bayi yang aman, seperti lengan bagian bawah.
- Tunggu dan amati reaksi kulit selama 1×24 jam.
- Jika muncul tanda-tanda alergi seperti kemerahan, bentol-bentol, atau gatal, segera hentikan penggunaan.
- Jika tidak ada reaksi negatif setelah 24 jam, barulah minyak tersebut aman digunakan pada area yang lebih luas.
Rekomendasi Jenis Minyak Esensial untuk Bayi
Berdasarkan kegunaannya, terdapat empat jenis minyak esensial yang umum direkomendasikan dan dinilai aman untuk bayi:
- Minyak Chamomile Jenis ini sangat populer sebagai solusi untuk masalah kulit dan tidur. Minyak chamomile efektif digunakan sebagai bahan alami untuk mencegah dan meredakan ruam pada kulit sensitif bayi. Selain itu, efek menenangkannya mampu meningkatkan kualitas tidur, membuat bayi terlelap lebih cepat dan tidur lebih nyenyak.

- Minyak Lavender Dikenal dengan aromanya yang lembut, minyak lavender memiliki fungsi ganda yang istimewa. Minyak ini dapat berfungsi sebagai pelindung alami kulit bayi dari gigitan nyamuk. Di sisi lain, lavender juga bermanfaat untuk membantu meredakan ketidaknyamanan akibat gangguan pencernaan pada si kecil.
- Minyak Eucalyptus Minyak ini adalah andalan utama saat musim sakit melanda. Eucalyptus sangat disarankan ketika bayi terserang flu atau batuk pilek. Aroma khasnya yang segar mampu bekerja efektif untuk melegakan saluran pernapasan yang tersumbat, membantu bayi bernapas lebih nyaman.
- Minyak Tea Tree Minyak ini dikenal memiliki sifat antiseptik yang kuat karena kandungan zat anti-jamur dan anti-bakteri alaminya. Orang tua dapat menggunakan beberapa tetes minyak tea tree untuk membantu mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri pada bayi.







