Connect with us

Lifestyle

“Tinjauan Medis Mengenai Dampak Konsumsi Rutin Nangka Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah.”

Published

on

Jakarta (usmnews) dikutip dari cnbcindonesia.com Di negara tropis seperti Indonesia, nangka bukanlah buah yang asing. Dengan aroma yang sangat khas—harum, tajam, dan manis—buah ini mudah dikenali di pasar tradisional maupun swalayan. Secara ilmiah dikenal sebagai Artocarpus heterophyllus, nangka ternyata menyimpan profil nutrisi yang mengejutkan dan berbeda dari kebanyakan buah-buahan tropis lainnya, menjadikannya lebih dari sekadar pencuci mulut yang lezat.

1. Anomali Protein dalam Dunia Buah

Salah satu keunggulan nutrisi nangka yang paling menonjol adalah kandungan proteinnya. Pada umumnya, buah-buahan dikenal sebagai sumber vitamin dan karbohidrat, namun miskin protein. Sebagai perbandingan, buah populer lain seperti apel atau mangga biasanya hanya mengandung antara 0 hingga 1 gram protein per porsinya.

Sebaliknya, nangka mendobrak standar ini dengan menyediakan lebih dari 3 gram protein dalam setiap satu cangkir penyajian. Tingginya kadar protein ini menjadikan nangka sebagai pilihan camilan yang unik, karena protein memegang peranan penting dalam memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu perbaikan sel tubuh.

2. Sahabat bagi Pengendalian Gula Darah

Banyak orang khawatir bahwa rasa manis pada nangka akan berdampak buruk bagi kadar gula darah. Namun, merujuk pada data dari Healthline, nangka justru memiliki khasiat potensial dalam manajemen gula darah. Kunci dari manfaat ini terletak pada konsep Indeks Glikemik (IG).

Nangka dikategorikan sebagai makanan dengan indeks glikemik yang cukup rendah (Low GI). IG adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi glukosa dan diserap ke dalam aliran darah. Makanan dengan IG rendah dicerna dan diserap lebih lambat, sehingga mencegah terjadinya lonjakan gula darah (spikes) yang tiba-tiba setelah makan. Pola makan yang memprioritaskan makanan ber-IG rendah telah lama terbukti efektif secara klinis dalam membantu penderita diabetes mengelola kondisi mereka.

3. Mekanisme Kerja: Serat dan Protein

Kemampuan nangka dalam menjaga stabilitas gula darah tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berkat kombinasi nutrisi yang dikandungnya:

  • Peran Serat: Nangka kaya akan serat pangan. Dalam sistem pencernaan, serat berfungsi untuk memperlambat laju pencernaan karbohidrat. Hal ini memastikan bahwa gula dilepaskan ke dalam aliran darah secara bertahap, bukan sekaligus.
  • Peran Protein: Kehadiran protein yang cukup tinggi dalam nangka bekerja sinergis dengan serat. Protein juga membantu memperlambat pengosongan lambung dan penyerapan gula, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah pasca-konsumsi.

4. Bukti Ilmiah dan Peran Antioksidan

Manfaat nangka ini didukung oleh beberapa temuan ilmiah. Sebuah penelitian yang melibatkan orang dewasa menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak nangka berkorelasi dengan perbaikan kadar gula darah yang signifikan. Selain itu, penelitian laboratorium pada tikus yang menderita diabetes menemukan bahwa pemberian ekstrak daun nangka mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan membantu mengontrol gula darah dalam jangka panjang.

Para ahli meyakini bahwa efek positif ini bersumber dari kandungan flavonoid. Flavonoid adalah jenis antioksidan kuat yang terdapat dalam nangka, yang memiliki kemampuan anti-inflamasi dan berperan penting dalam menyeimbangkan kadar gula dalam tubuh.

5. Catatan Penting

Meskipun temuan-temuan di atas sangat menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian yang ada saat ini masih menggunakan ekstrak nangka (baik buah maupun daunnya), bukan buah segar yang dikonsumsi secara utuh dalam porsi besar. Oleh karena itu, komunitas ilmiah masih merekomendasikan perlunya penelitian lanjutan yang spesifik meneliti dampak konsumsi daging buah nangka segar pada manusia untuk memvalidasi manfaat kesehatan ini secara menyeluruh.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *