Nasional

Tim SAR Temukan Jenazah WNA Spanyol Korban KM Putri Sakina di Labuan Bajo

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di perairan Labuan Bajo akhirnya membuahkan hasil signifikan pada hari Minggu (4/1). Dalam operasi penyisiran lanjutan tersebut, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah yang diduga kuat merupakan salah satu dari tiga wisatawan mancanegara asal Spanyol yang menjadi korban insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakina. Penemuan ini menjadi titik terang di tengah upaya pencarian yang telah berlangsung beberapa hari.

‎Kronologi dan Lokasi Penemuan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Faturrahman, mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut ditemukan pada Minggu pagi, tepatnya pukul 08.47 WITA. Lokasi penemuan berada di kawasan perairan Selat Padar, yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat. Posisi jenazah terapung sekitar 1,13 nautical mile atau setara dengan jarak kurang lebih 2 kilometer dari titik koordinat duga tenggelamnya kapal KM Putri Sakina.

‎Saat ditemukan oleh tim yang menggunakan kapal KPC 2007, jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa tersebut dalam kondisi terapung. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, dalam keterangan terpisah juga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah warga negara asing (WNA) asal Spanyol.

‎Proses Evakuasi dan Identifikasi Setelah berhasil diamankan dari laut, jenazah segera dievakuasi menggunakan Kapal KN SAR Punta Dewa milik Basarnas menuju daratan. Rombongan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo sekitar pukul 10.15 WITA. Dari pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RSUD Komodo untuk menjalani prosedur medis lebih lanjut.

‎Saat ini, proses identifikasi tengah dilakukan secara mendalam oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda NTT bersama tim medis RSUD Komodo. Prosedur ini meliputi visum et repertum dan pencocokan data antemortem serta postmortem guna memastikan identitas korban secara akurat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh rangkaian evakuasi dan identifikasi dilaksanakan dengan prinsip profesionalisme dan tetap mengedepankan sisi humanis, serta terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban maupun kedutaan terkait.

‎Eskalasi dan Perpanjangan Operasi SAR Penemuan satu jenazah ini membawa dampak strategis terhadap kelanjutan operasi penyelamatan. Mengingat masih ada dua korban lain yang dinyatakan hilang, serta adanya temuan tanda-tanda baru di lapangan, pihak otoritas memutuskan untuk memperpanjang masa operasi SAR. Faturrahman menyatakan bahwa berdasarkan evaluasi bersama seluruh unsur terkait, operasi pencarian akan ditambah durasinya selama tiga hari ke depan.

‎Sebagai bentuk keseriusan, kekuatan personel pun ditambah. Jumlah anggota tim gabungan yang sebelumnya berjumlah 153 orang kini ditingkatkan menjadi 160 personel. Tidak hanya penambahan sumber daya manusia, dukungan teknologi juga dimaksimalkan. Ditpolairud Polda NTT telah mengerahkan peralatan canggih berupa beam sonar alat pendeteksi objek bawah air untuk menyisir dasar laut, melengkapi peralatan SAR lainnya yang sudah beroperasi.

‎Arahan Pimpinan dan Imbauan Publik Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, telah memberikan instruksi tegas agar seluruh unsur SAR bekerja secara maksimal. Strategi pencarian mencakup penyisiran permukaan laut, patroli perairan yang lebih luas, hingga penggunaan dukungan peralatan deteksi bawah air guna mempercepat penemuan sisa korban yang belum ditemukan.

‎Selain mengandalkan tim resmi, Polda NTT juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pesisir dan para nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan Taman Nasional Komodo. Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan kepada petugas terdekat apabila menemukan benda mencurigakan, puing kapal, atau tanda-tanda lain yang diduga berkaitan dengan insiden tenggelamnya KM Putri Sakina. Sinergi antara tim profesional dan bantuan masyarakat diharapkan dapat menuntaskan misi kemanusiaan ini secepat mungkin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version