Nasional
Terseret Arus Kuat Saat Berenang, Bocah Asal Tabanan Hilang Dihantam Ombak Besar Bali
Semarang (usmnews) – Pencarian korban terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Bali masih terus berlangsung hingga Jumat (29/5/2026) pagi. Tim SAR gabungan mengerahkan puluhan personel guna menyisir area perairan maupun daratan di sekitar lokasi kejadian.
Korban hilang merupakan seorang bocah berusia 12 tahun bernama I Komang Sastra. Remaja malang tersebut merupakan warga Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Insiden memilukan itu bermula saat korban berenang bersama rekannya pada Kamis sore kemarin.
Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kedaruratan pada Kamis malam. Petugas piket langsung merespons cepat aduan tersebut dengan mengirimkan tim rescue menuju titik koordinat kejadian.
Kronologi Ombak Besar Menghantam Korban di Pantai Yeh Gangga
Sebelum musibah terjadi, korban bersama seorang rekannya tiba di area pantai sekitar pukul 15.30 Wita. Mereka berdua langsung bermain air dan berenang di dekat bibir pantai tanpa mencurigai adanya bahaya.
Namun, ombak besar tiba-tiba datang menghantam tubuh korban secara mendadak. Arus bawah laut yang sangat kuat langsung menyeret tubuh bocah tersebut ke tengah samudera dalam waktu singkat. Rekan korban sebenarnya sempat berusaha memberikan pertolongan pertama dengan menarik tangan temannya.
Selanjutnya, derasnya aliran arus laut membuat pegangan tangan kedua bocah tersebut terlepas. Korban pun semakin menjauh dari jangkauan hingga akhirnya hilang dari pandangan mata. Rekan korban kemudian segera berenang ke tepi pantai guna meminta bantuan dari warga sekitar.
Perluasan Wilayah Operasi Penyelamatan dari SRU Darat dan Laut
Menyikapi laporan warga, Basarnas Bali segera menerjunkan empat personel penyelamat handal menuju lokasi musibah. Tim rescue mulai melakukan metode penyisiran malam ke arah barat sejauh 1,5 kilometer dari titik awal tenggelam. Petugas menyusuri sepanjang bibir pantai secara teliti hingga tengah malam menjelang.
Lebih lanjut, tim terpaksa menghentikan sementara pergerakan malam akibat keterbatasan jarak pandang di lapangan. Memasuki hari kedua, petugas memutuskan untuk memperluas area penyisiran secara masif. Langkah taktis ini melibatkan pembagian unit kerja darat dan laut secara terintegrasi.
Akhirnya, manajemen operasi berharap perluasan radius penyisiran ini dapat segera membuahkan hasil positif. Pihak keluarga korban hingga kini masih setia menunggu perkembangan proses pencarian korban di posko darurat. Seluruh unsur relawan setempat juga terus bersiaga memberikan dukungan penuh di lokasi.