Nasional
Terpilih! 76 Pelajar Terbaik Nusantara Siap Jadi Calon Paskibraka Pusat 2026
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) resmi mengumumkan sebanyak 76 pelajar terbaik dari seluruh Indonesia yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026. Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari 38 provinsi, dengan masing-masing provinsi mengirimkan satu putra dan satu putri untuk mengikuti proses pembentukan Paskibraka tingkat nasional.
Seleksi Ketat dari Puluhan Ribu Peserta hingga Terpilih 76 Calon Paskibraka Nasional 2026
Terpilihnya 76 calon anggota Paskibraka ini merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat. BPIP mencatat bahwa jumlah pendaftar mencapai lebih dari 119 ribu siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, para peserta harus melewati berbagai tahapan seleksi mulai dari tingkat kabupaten atau kota, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi hingga akhirnya mengikuti verifikasi tingkat pusat.
Dalam proses seleksi di daerah, peserta dinilai dari berbagai aspek penting, seperti kelengkapan administrasi, kondisi kesehatan, kemampuan intelektual, pemahaman nilai-nilai Pancasila, keterampilan baris-berbaris, kesamaptaan jasmani, serta kepribadian. Peserta terbaik dari setiap daerah kemudian bersaing kembali di tingkat provinsi untuk memperoleh kesempatan mengikuti verifikasi nasional.
Berikut nama-nama 76 Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 beserta asal provinsinya (bersumber dari daftar resmi bpip.go.id):
1. Aceh
- Muhammad Hibban Annafis
- Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang
2. Sumatera Utara
- Gussa Oliver Nainggolan
- Felesia Rismaito Munthe
3. Sumatera Barat
- Ahmad Alfatih
- Ulya Kireina Halim
4. Riau
- Rizqy Aditya Siregar
- Arifa Rahma Maulydha
5. Jambi
- Achmad Fachri Mubarok
- Rizkia Putri
6. Sumatera Selatan
- Muhammad Ikhsan Nugroho
- Khalyana Zahira Sandi
7. Bengkulu
- M. Aryo Wira Zandhyka. Y
- Nadine Permata Vanza
8. Lampung
- Naufal Ghaly Oktora
- Chika Azahra Salsabilla
9. Kepulauan Bangka Belitung
- Muhammad Furqoen Nul Hakim
- Fira Haniyah
10. Kepulauan Riau
- Muhammad Salman Farisi
- Raudah Mabrura
11. DKI Jakarta
- Muazzam Saqif Hasani Siregar
- Latiesha Firenzie Bharata
12. Jawa Barat
- Baruno Wicaksono
- Aisha Calista Permata
13. Jawa Tengah
- Hilmi Tisna Yuwanda
- Qothrunnada Azzahra Husna
14. DI Yogyakarta
- Ahmad Raditya
- Anggita Ayu Mahanani Hanifah
15. Jawa Timur
- Reihan Nifan Arkana
- Angelica Theona Putri
16. Banten
- Chaysar Purnama Putra
- Adzra Khairy Fadian
17. Bali
- I Kadek Mentor Sad Ananta Wicaksana
- Ni Putu Anindya Permata Wardana
18. Nusa Tenggara Barat
- Arafat Abdullah Hanif
- Mutia Yuningsih
19. Nusa Tenggara Timur
- Paulus Gregorius Afrizal
- Merlin Anggraeni Mausali
20. Kalimantan Barat
- Gregorius Marhico
- Chelsea Olivia
21. Kalimantan Tengah
- Angga Nugraha Za’ahir
- May Wulandari
22. Kalimantan Selatan
- Dimas Budiman
- Alvina Dhiya Kamila Faradisa
23. Kalimantan Timur
- El-Rayyi Mujahid Faqih
- Putri Nur Azizah
24. Kalimantan Utara
- Nabil El Zahr
- Tabella Ismayati Assa
25. Sulawesi Utara
- Firji Beeg
- Bianca Alessia Christabella Lantang
26. Sulawesi Tengah
- Riswan Komian
- Anggita Damayant
27. Sulawesi Selatan
- Nadhif Infanteri Ibha
- Aliah Sakira
28. Sulawesi Tenggara
- Muhammad Faiq Alimuddin
- Waode Alika Zea Chanidya
29. Gorontalo
- Rahmat Hidayat
- Armelya Indira Zahra Habibie
30. Sulawesi Barat
- Hilton Pratama Mantong
- Zalfa Naqiyya
31. Maluku
- Samuel Frangki Balsala
- Inggrid Christiani Nahak
32. Maluku Utara
- M. Aqsyahiful Ikram
- Beatrix Missy
33. Papua
- Theodorus Alfredo Wanma
- Friyella Msiren
34. Papua Barat
- Hayavi Arsenal Lemauk
- Rhita Lovely Chantika Febiolla Ayomi
35. Papua Barat Daya
- Frans Jemput
- Esterline Putri Wulandari Warmasen
36. Papua Tengah
- Matthew Farel Jun Abetyo Sawo
- Stince Clara Muyapa
37. Papua Pegunungan
- Fransiscus Xaverius Pahabol Hisage
- Kenny Maria Eluya
38. Papua Selatan
- Abraham Sarau
- Tersisia Devota Wanggimop
Tahapan Verifikasi dan Penilaian di Tingkat Pusat
Sebanyak 228 peserta dari seluruh provinsi berhasil lolos ke tahap verifikasi tingkat pusat yang berlangsung pada pertengahan Juni 2026. Pada tahap ini, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan dan penilaian yang lebih mendalam, meliputi verifikasi kesehatan, kemampuan parade dan peraturan baris-berbaris, aspek psikologis, minat dan bakat, hingga wawancara kepribadian. Melalui proses tersebut, akhirnya dipilih 76 calon terbaik yang akan menjalani tugas kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan prinsip meritokrasi. Tidak ada perlakuan khusus bagi peserta dari daerah tertentu karena seluruh calon dinilai menggunakan standar yang sama. BPIP juga melibatkan berbagai tenaga profesional, mulai dari tenaga medis, unsur TNI dan Polri, psikolog, hingga organisasi purnapaskibraka untuk memastikan kualitas seleksi tetap terjaga.
Pembinaan, Pelatihan, dan Peran sebagai Duta Pancasila
Setelah diumumkan, para calon Paskibraka akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan yang mencakup pembinaan ideologi Pancasila, penguatan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, serta latihan pengibaran dan penurunan bendera pusaka. Setelah bertugas pada upacara kemerdekaan, mereka juga akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai Purnapaskibraka dan calon Duta Pancasila yang diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.
Seluruh calon Paskibraka tingkat pusat 2026 akan menjalani rangkaian pembinaan intensif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik, tetapi juga penguatan nilai kebangsaan. Dalam tahap ini, BPIP menekankan pembentukan karakter melalui penghayatan ideologi Pancasila, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai generasi muda yang akan membawa nama baik daerah masing-masing. Pembinaan ini dirancang agar para peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan sikap kepemimpinan yang baik dalam menjalankan tugas kenegaraan di Istana Merdeka.