Connect with us

Nasional

Teliti Ekosistem Mangrove Indonesia, Mirza Raih Doktor

Published

on

Semarang – Melalui Pendekatan Neokologi dan Paleokologi, Riset mengenai ekosistem mangrove berhasil disusun Mahasiswa Undip, Mirza Hanif Al Falah, yang mengantarkannya meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Undip.

Penelitian itu mengusung judul “Neo dan Peleokologi Ekosistem Mangrove di Pariaman, Pesisir Utara pulau Jawa dan Pulau Madura Sebagai Landasan pengelolaan Kawasan Mangrove Berkelanjutan,” dapat membantu memahami kondisi lingkungan terkini atau merekonstruksi perubahan lingkungan di masa lalu.

“Lewat penelitian ini, saya mengunjungi beberapa daerah pesisir Indonesia dengan karakter oseanografi yang berbeda” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan karakter yang di temuinya. Seperti kawasan Pariaman yang dipengaruhi Samudra Hindia, pesisir utara jadwa yang dipengaruhi laut jawa. Lalu wilayah Madura yang berada dibawah pengaruh Selat Madura.

Mirza menjadikan diatom sebagai bioindikator utama, karena organisme mikroskopis ini sangat peka dalam mencatat perubahan kualitas lingkungan perairan melalui endapan sedimen.

Ia melakukan analisis secara terpadu dengan menggabungkan data diatom permukaan, sebaran diatom pada inti sedimen, environmental DNA (eDNA), serta kajian mineralogi dan litostratigrafi sedimen.

Pendekatan multiproksi tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika ekosistem mangrove. Hasil penelitian memperlihatkan pola perubahan lingkungan yang terekam secara jelas pada komunitas diatom.

Perubahan itu mencakup fase dominasi air tawar, fase peralihan estuari, hingga semakin kuatnya pengaruh lingkungan laut.

Temuan tersebut menegaskan pentingnya pencatatan kondisi lingkungan dalam jangka panjang sebagai landasan ilmiah untuk menyusun strategi pengelolaan mangrove yang berkelanjutan serta mampu preadapts terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia.

Disertasi ini juga menekankan pentingnya penerapan Nature-Based Solutions, dalam pengelolaan kawasan mangrove.

Pendekatan tersebut relevan menjaga fungsi ekologis Mangrove, sekaligus mendukung ketahanan wilayah pesisir terhadap abrasi, banjir rob, dan kenaikan muka air laut.

“Penelitian ini bukan hanya sains saja, tapi juga bermanfaat. Itu kunci dari nature based solution, dan kami terus kenalkan hal itu pada masyarakat, dan semua punya peran” ujar Prof Dr Tri Retnaningsih Soeprobowati.

Keberhasilan ini, diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan kajian lingkungan hidup.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *