Connect with us

Sports

Telan Kekalahan Keenam, Liverpool Terpuruk di Papan Tengah Usai Dihajar Forest

Published

on

Semarang(Usmnews)– Dikutip dari kompas.com Sabtu malam (23/11/2025) menjadi momen kelabu bagi publik Anfield. Liverpool, yang dikenal angker saat bermain di kandang, harus menelan pil pahit setelah dipermalukan oleh tamunya, Nottingham Forest, dengan skor telak 0-3 pada pekan ke-12 Liga Inggris. Hasil minor ini sekaligus memperburuk catatan The Reds musim ini, yang kini telah mengoleksi enam kekalahan di kompetisi domestik.‎‎

Kekecewaan Mendalam Arne Slot

‎‎Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya pasca-laga. Ia menegaskan bahwa kekalahan dengan margin tiga gol di hadapan pendukung sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan dan tidak bisa diterima begitu saja, terlepas dari performa naik-turun tim belakangan ini.

‎‎”Seharusnya begini reaksinya. Tidak peduli bagaimana performa Anda saat ini, jika Anda kalah 3-0 di kandang sendiri, kami semua—pemain dan staf—seharusnya merasa sangat kecewa dan terpukul,” ungkap Slot dalam wawancaranya yang dikutip dari NBC Sports.

‎‎Meski hasil akhir sangat mengecewakan, Slot menilai timnya tidak bermain buruk sejak awal. Ia menyoroti 30 menit pertama di mana Mohamed Salah dan kawan-kawan tampil sesuai instruksi: penuh energi, menekan lawan, dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang seharusnya bisa berbuah keunggulan. Namun, momentum positif tersebut runtuh seketika akibat satu kesalahan antisipasi bola mati.

‎‎Runtuhnya Pertahanan The Reds‎‎

Petaka bagi tuan rumah bermula pada menit ke-33. Situasi sepak pojok yang dieksekusi Elliot Anderson menciptakan kemelut di mulut gawang Liverpool. Bola liar yang gagal disapu bersih jatuh tepat di kaki Murillo. Tanpa ampun, pemain Forest tersebut melepaskan tembakan ke sisi kiri gawang yang gagal dihalau Alisson Becker. Sempat ada tinjauan VAR terkait potensi offside, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

‎‎Gol pembuka ini seolah menjadi titik balik. Slot mengakui bahwa setelah kebobolan, ritme permainan Liverpool menjadi kacau. Serangan yang dibangun buntu di sepertiga akhir lapangan, dan para pemain kesulitan membongkar pertahanan rapat Nottingham Forest. Sebaliknya, tim tamu justru makin percaya diri. Forest bahkan sempat mencetak gol tambahan lewat Igor Jesus sebelum jeda, namun dianulir karena handball. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.‎‎

Babak Kedua: Hukuman Efektivitas Lawan‎‎

Alih-alih bangkit, Liverpool justru dikejutkan oleh gol cepat (“gol dari ruang ganti”) pada awal babak kedua. Tepat di menit ke-46, Nicolo Savona mencatatkan namanya di papan skor, membuat beban mental pemain Liverpool semakin berat.‎‎

Ketinggalan dua gol membuat Liverpool panik dan kehilangan struktur permainan, sementara Forest bermain sangat efektif dengan serangan balik dan pemanfaatan peluang. Puncaknya terjadi di menit ke-78, ketika Morgan Gibbs-White melepaskan tembakan keras yang memastikan kemenangan 3-0 bagi tim tamu.

‎‎Posisi Kritis di Klasemen‎‎

Meskipun Slot membela para pemainnya dengan mengatakan bahwa mereka telah bekerja keras dan terus berusaha hingga peluit akhir, fakta di lapangan menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Kekalahan ini menahan Liverpool di papan tengah, tepatnya di peringkat ke-11 klasemen sementara. Dengan hanya mengemas 18 poin dari 12 pertandingan, tekanan di pundak Arne Slot untuk segera membalikkan keadaan kini semakin berat.‎‎

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *