Sports

Tantangan Ganda Putri KW di India Open 2026, Melawan Cuaca Ekstrem dan Misi Redam Agresivitas Michelle Li

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari iNews.id Ajang bergengsi India Open 2026 level Super 750 yang digelar di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, menyajikan tantangan non-teknis yang cukup berat bagi para atlet. Turnamen yang berlangsung mulai 13 hingga 18 Januari 2026 ini tidak hanya menjadi pembuka musim yang krusial, tetapi juga berfungsi sebagai “tes ombak” sebelum arena yang sama digunakan untuk Kejuaraan Dunia pada Agustus mendatang. Salah satu wakil andalan Indonesia di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani (Putri KW), harus melakukan adaptasi ekstra keras demi menaklukkan kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.

Adaptasi Fisiologis Melawan Suhu Dingin

​Tantangan utama yang disoroti Putri adalah faktor cuaca ekstrem di New Delhi. Suhu udara yang dingin disertai kelembapan yang rendah (kering) menjadi kendala serius, baik di luar maupun di dalam stadion. Kondisi dingin seperti ini berisiko membuat otot kaku dan meningkatkan potensi cedera jika tubuh tidak siap.

​Menyiasati hal tersebut, Putri menerapkan strategi pemanasan yang lebih intensif dari biasanya. Ia menegaskan bahwa warm-up ekstra sangat diperlukan untuk memastikan suhu tubuhnya benar-benar panas dan ototnya siap bekerja maksimal begitu menginjakkan kaki di lapangan pertandingan. Selain faktor suhu, Putri juga menyoroti kondisi teknis lapangan saat sesi latihan perdana. Ia merasa permukaan lapangan masih berdebu dan kotor, yang dapat memengaruhi pijakan kaki serta laju shuttlecock. Namun, ia optimis panitia akan memperbaiki kondisi tersebut saat turnamen resmi dimulai.

Strategi Taktis Menghadapi Michelle Li

​Di babak 32 besar, ujian berat sudah menanti. Putri dijadwalkan bertanding melawan tunggal putri senior asal Kanada, Michelle Li. Laga ini merupakan rematch dari pertemuan sengit mereka di semifinal Australian Open 2025. Kala itu, Putri berhasil keluar sebagai pemenang melalui drama rubber game (17-21, 21-16, 21-18). Meski memegang modal kemenangan, Putri enggan jemawa karena menyadari bahwa kondisi lapangan di India sangat berbeda dengan Australia, sehingga strategi lama mungkin perlu penyesuaian.

​Secara taktis, Putri telah menyiapkan rencana permainan spesifik untuk meredam kekuatan lawan. Menyadari postur dan jangkauan Michelle Li yang menguntungkan dalam bola-bola atas, Putri berencana meminimalisir pemberian bola lambung. Strategi ini bertujuan untuk membatasi ruang serang Michelle Li yang dikenal agresif. Selain itu, Putri juga menyiapkan mentalitas “siap capek”, mengantisipasi terjadinya reli reli panjang yang menguras stamina.

Harapan Skuad Garuda

​Putri KW tidak berjuang sendirian. Skuad Merah Putih juga menurunkan amunisi terbaik lainnya, termasuk Jonatan Christie di tunggal putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di ganda putra, serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi di ganda putri. Bagi seluruh wakil Indonesia, India Open 2026 bukan sekadar memburu gelar juara, melainkan momen krusial untuk beradaptasi dengan karakteristik venue yang akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia nanti. Kesiapan fisik menghadapi cuaca dingin dan kecerdasan taktis akan menjadi kunci utama keberhasilan mereka di New Delhi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version