Education

syarat tinggi badan untuk masuk Akmil saat ini jauh lebih “ramah” atau lebih pendek dibandingkan dengan Akpol.

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Berikut adalah ulasan mendalam mengenai perbedaan tersebut untuk membantu Anda menakar peluang.

1. Standar Tinggi Badan Masuk Akmil (TNI)

Sejak beberapa tahun terakhir, di bawah kebijakan yang sempat direvolusi oleh Panglima TNI (yang kemudian diteruskan hingga tahun 2026 ini), standar tinggi badan calon Taruna dan Taruni TNI mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah di seluruh pelosok Indonesia agar bisa mengabdi sebagai prajurit.

Pria: Syarat minimal tinggi badan diturunkan menjadi 160 cm. Sebelumnya, standar yang ditetapkan adalah 163 cm. Penurunan 3 cm ini memberikan angin segar bagi banyak calon pelamar yang selama ini terbentur aturan fisik yang sangat ketat.

Wanita: Untuk calon Taruni, syarat tinggi badan minimal adalah 155 cm.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. TNI melihat bahwa kualitas seorang calon perwira tidak hanya diukur dari beberapa sentimeter tinggi badan, melainkan dari aspek kesehatan secara menyeluruh, inteligensi, serta ketahanan mental yang prima.

2. Standar Tinggi Badan Masuk Akpol (Polri)

Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Akpol masih mempertahankan standar tinggi badan yang cenderung lebih “jangkung” dibandingkan TNI. Hal ini seringkali dikaitkan dengan kebutuhan tugas kepolisian yang lebih banyak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat dan penegakan hukum di lapangan, di mana aspek visual dan kewibawaan fisik sering dianggap menjadi faktor penunjang.

Pria: Syarat minimal tinggi badan untuk calon Taruna Akpol adalah 165 cm.

Wanita: Untuk calon Taruni Akpol, tinggi minimal yang diwajibkan adalah 160 cm.

Mengapa Terjadi Perbedaan?

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa perbedaannya mencapai 5 cm? Perbedaan ini mencerminkan filosofi operasional masing-masing institusi.

TNI kini lebih mengedepankan inklusi dan pemetaan potensi dari berbagai etnis di Indonesia yang memiliki karakteristik fisik beragam. Sementara itu, Polri tetap menjaga standar yang lebih tinggi sebagai bagian dari standar kesamaptaan dan estetika kesatuan yang telah lama diterapkan untuk menjaga profil anggota polisi di tengah masyarakat.

Faktor Lain Selain Tinggi Badan

Penting untuk diingat bahwa lolos tinggi badan hanyalah “tiket masuk” awal. Setelah memenuhi syarat cm tersebut, Anda masih harus menghadapi serangkaian tes berat lainnya, seperti:

1. Tes Kesehatan (Rikkes): Mulai dari kesehatan gigi, mata (minus/silinder), hingga organ dalam.

2. Kesamaptaan Jasmani: Lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan berenang.

3. Psikotes dan Akademik: Menguji ketajaman logika dan pengetahuan umum.

Jadi, bagi Anda yang mungkin merasa tinggi badannya “pas-pasan” di angka 160 cm, Akmil bisa menjadi pintu gerbang utama untuk mewujudkan mimpi berseragam. Namun, jika Anda memiliki postur yang lebih tinggi dan berminat di dunia penegakan hukum, Akpol menanti Anda dengan tantangan standarnya yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version