Nasional
Susu MBG Dijual, Publik Pertanyakan Distribusi

Semarang (usmnews) – Mengutip dari tribunjateng fenomena mengejutkan muncul ketika warganet menemukan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjual bebas. Produk yang seharusnya dibagikan tanpa biaya justru tampil sebagai barang komersial. Temuan ini langsung memicu perbincangan luas serta menimbulkan kecurigaan terhadap proses penyaluran bantuan.
Awalnya, seorang pengguna media sosial Threads mengunggah foto susu bertuliskan “Susu Gratis Program MBG” lengkap dengan label larangan penjualan. Namun, produk tersebut terpajang rapi pada rak minimarket. Bahkan, penjual menawarkan harga sekitar Rp4.000 per kemasan atau Rp138.000 per dus. Unggahan itu kemudian menyebar cepat dan mengundang reaksi beragam.
Dugaan Penyimpangan Distribusi Susu Sekolah

Seiring viralnya unggahan, semakin banyak warganet membagikan temuan serupa. Hal ini memperkuat dugaan bahwa terjadi penyimpangan dalam rantai distribusi. Publik pun mulai mempertanyakan bagaimana produk bantuan bisa masuk ke jalur penjualan umum.
Selain itu, keberadaan label “tidak untuk diperjualbelikan” memperjelas bahwa produk tersebut memang bukan untuk pasar komersial. Oleh karena itu, masyarakat menilai perlu ada penelusuran serius agar kasus serupa tidak terulang.
Kondisi ini juga memunculkan kekhawatiran terkait efektivitas program bantuan. Jika distribusi tidak terkontrol, maka tujuan utama program berisiko tidak tercapai secara maksimal.
Respons Resmi dan Klarifikasi

Menanggapi polemik tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan pernyataan. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengaku baru menerima laporan terkait kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya belum melakukan investigasi mendalam.
Namun demikian, BGN memastikan tidak pernah menjalin kerja sama dengan produsen susu yang mencantumkan label program MBG. Pernyataan ini menimbulkan dugaan baru bahwa label pada kemasan mungkin tidak valid atau digunakan tanpa izin.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, publik semakin mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan. Harapannya, pemerintah dapat mengungkap sumber masalah serta memastikan program bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.






