International

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Cabut Gelar Kerajaan Menantu

Published

on

Semarang (usmnews) – Sosok Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mendadak menjadi perhatian publik serta memuncaki jajaran tren mesin pencari. Penguasa takhta Brunei tersebut mencabut gelar kerajaan yang menyandang status menantu perempuannya baru-baru ini. Pengiran Raabi’atul Adawiyyah merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik Hassanal Bolkiah yang merupakan putra Sultan. Keputusan tegas tersebut mengemuka secara resmi melalui pengumuman Pejabat Kepala Protokol Kerajaan Brunei Darussalam. Namun pihak istana enggan membeberkan secara rinci mengenai perilaku spesifik yang memicu pencabutan gelar.

Tindakan tegas Sultan Brunei Hassanal Bolkiah ini berawal dari penilaian atas perilaku sang menantu perempuan. Pihak kerajaan menganggap tindakan tersebut kurang menghormati institusi istana serta mencoreng reputasi kesultanan secara luas. Lembaga penyiaran negara RTB News mengonfirmasi bahwa langkah ini menyusul perintah langsung penguasa tertinggi. Bahkan keputusan ini mengejutkan publik internasional karena Sultan Hassanal Bolkiah terkenal sangat tertutup selama ini.

Di luar polemik istana, profil serta kekayaan melimpah penguasa Brunei ini selalu menarik perhatian dunia. Hassanal Bolkiah naik takhta sejak bulan Oktober tahun seribu sembilan ratus enam puluh tujuh. Penguasa tertua ini memegang kendali kekuasaan penuh serta merayakan ulang tahun ke-80 pada bulan Juli. Selain itu beliau menghuni Istana Nurul Iman yang merupakan istana terbesar kedua di dunia.

Istana megah tersebut memiliki luas dua ratus ribu meter persegi dengan ribuan ruangan mewah. Kompleks kediaman resmi ini menampung koleksi lima ribu unit kendaraan mewah kelas dunia. Penguasa tersebut mengoleksi merek eksklusif seperti Ferrari, Rolls-Royce, hingga mobil balap Formula Satu McLaren. Selanjutnya kekayaan sang Sultan mencapai angka dua ratus delapan puluh empat triliun rupiah.

Keputusan Resmi Sultan Brunei Hassanal Bolkiah Terkait Gelar Menantu

Pejabat Kepala Protokol Kerajaan Pengiran Haji Raffizanna memberikan penjelasan resmi mengenai pencabutan gelar kerajaan. Raffizanna menegaskan bahwa keputusan tersebut berlandaskan titah langsung dari pimpinan tertinggi kerajaan Brunei Darussalam. “Pencabutan gelar itu dilakukan menyusul titah dari Sultan Hassanal Bolkiah,” kata Pengiran Haji Raffizanna. Beliau mengimbau seluruh pihak agar menghormati keputusan istana demi menjaga martabat kesultanan.

Selain itu lembaga penyiaran publik menyiarkan kabar pencabutan gelar ini ke seluruh penjuru negeri. Perilaku sang menantu dinilai tidak mencerminkan sikap pantas seorang anggota keluarga kerajaan Brunei.

Sumber Kekayaan dan Kemewahan Penguasa Brunei Hassanal Bolkiah

Aset kelolaan penguasa Brunei bersumber dari cadangan minyak bumi serta investasi strategis luar negeri. Sultan memiliki fasilitas jet pribadi jenis Boeing 747 yang telah mengalami modifikasi penuh. “Kerahasiaan ketat mewarnai pemerintahannya selama hampir enam dekade,” tulis laporan media Hola.com saat menggambarkan kepemimpinannya. Kediaman istana bahkan dilengkapi ruangan berlapis emas serta ratusan kamar mandi mewah.

Sementara itu posisi kekayaan membawa nama beliau masuk dalam daftar orang terkaya majalah Forbes. Penguasa Brunei ini terus mengamankan kedaulatan energi serta stabilitas ekonomi negaranya dengan sangat baik. Oleh karena itu reputasi kepemimpinan beliau tetap memperlihatkan wibawa tinggi di mata masyarakat internasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Please enable JavaScript to complete the security verification.

Trending

Exit mobile version