Business
Strategi Presiden Prabowo Menghapus Kemiskinan Ekstrem 2029 Melalui Transformasi Pendidikan Rakyat

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Merdeka.com Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target ambisius namun realistis untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia secara menyeluruh pada akhir masa jabatannya di tahun 2029. Dalam visinya, pendidikan bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan senjata utama untuk memutus mata rantai kemiskinan yang telah menjerat masyarakat selama beberapa generasi. Komitmen ini ditegaskan saat peresmian 166 Sekolah Rakyat Terpadu yang tersebar di 34 provinsi, sebuah langkah konkret yang menunjukkan arah kebijakan pemerintah dalam lima tahun ke depan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah mengangkat kesejahteraan masyarakat yang berada di lapisan terbawah, khususnya kelompok desil 1 dan 2. Baginya, indikator keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi secara makro, tetapi juga dari kemampuannya melindungi rakyat dari penderitaan, kelaparan, dan penyakit. Pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan prinsip pemerataan yang adil, sebagaimana amanat konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945 untuk meningkatkan kesejahteraan umum secara menyeluruh.

Program “Sekolah Rakyat” menjadi instrumen vital dalam mewujudkan target tersebut. Fasilitas pendidikan ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, dengan menyediakan akses pendidikan gratis serta sistem asrama. Inisiatif ini bertujuan agar anak-anak yang terpinggirkan tetap mendapatkan kualitas pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya hidup. Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan untuk membangun dan mengoperasikan hingga 500 Sekolah Rakyat di seluruh penjuru Indonesia.
Namun, Presiden juga memberikan peringatan keras bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas tata kelola anggaran. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas memerlukan dana yang besar, sehingga segala bentuk praktik korupsi harus dihentikan agar anggaran negara benar-benar sampai ke sektor-sektor produktif. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa, Presiden optimis bahwa kemiskinan ekstrem dapat dihapuskan dan Indonesia akan melahirkan generasi baru yang lebih kompetitif dan mandiri di masa depan. Melalui pendidikan yang merata, setiap warga negara diharapkan memiliki kesempatan yang s







