Lifestyle

Strategi Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan: Inovasi Ketahanan Pangan 12 Jam

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah memastikan bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus beroperasi secara penuh selama bulan suci Ramadhan tahun 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa ibadah puasa tidak akan menjadi penghalang bagi distribusi nutrisi bagi para penerima manfaat. Namun, untuk menghormati kekhusyukan ibadah umat Muslim, BGN telah menyiapkan skema penyaluran yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penyesuaian Mekanisme Distribusi

Dalam keterangannya di Jakarta, Dadan menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mekanisme penyaluran berdasarkan kondisi mayoritas penduduk di suatu wilayah. Di daerah-daerah di mana mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, paket makanan akan dibagikan kepada para pelajar selama jam sekolah berlangsung. Akan tetapi, alih-alih dikonsumsi di tempat, para siswa diperbolehkan untuk membawa pulang makanan tersebut. Hal ini bertujuan agar makanan bergizi tersebut dapat dinikmati sebagai menu berbuka puasa di rumah masing-masing.

Sebaliknya, untuk wilayah-wilayah dengan penduduk mayoritas non-muslim atau di daerah yang tidak menjalankan ibadah puasa, layanan MBG akan tetap berjalan secara normal tanpa ada perubahan skema. Penyaluran akan tetap dilakukan di sekolah untuk dikonsumsi saat jam makan siang seperti hari-hari biasa. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga inklusivitas program agar tetap tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Inovasi Teknologi Pangan: Ketahanan 12 Jam

Salah satu aspek krusial dalam keberhasilan skema “bawa pulang” ini adalah kualitas dan daya tahan makanan. Dadan Hindayana memastikan bahwa hidangan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG memiliki standar kualitas tinggi.

Makanan tersebut dirancang sebagai hidangan siap saji yang mampu mempertahankan kesegaran dan nilai gizinya hingga rentang waktu 12 jam. Dengan daya tahan yang panjang tersebut, makanan yang diterima siswa pada siang hari dipastikan masih sangat layak dan aman untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa tiba.

Target Ambisius dan Dukungan Finansial

BGN tidak hanya fokus pada teknis Ramadhan, tetapi juga pada akselerasi jangkauan program secara nasional. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan program ini dapat menyentuh 82,9 juta penerima manfaat, yang mencakup siswa sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Dadan menyatakan optimismenya bahwa target besar ini dapat terpenuhi dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar lima bulan ke depan atau sekitar bulan Mei 2026, seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur dapur umum di berbagai titik.

Untuk menopang target tersebut, dukungan finansial yang dialokasikan sangatlah masif. BGN telah mengantongi pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, yang diperkuat dengan dana standby sebesar Rp67 triliun. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp335 triliun, sebuah angka yang mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melakukan investasi jangka panjang melalui peningkatan gizi sumber daya manusia Indonesia.

Dengan kombinasi penyesuaian jadwal, inovasi ketahanan pangan, dan dukungan anggaran yang kuat, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul, tanpa terputus oleh dinamika perayaan hari besar keagamaan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version