Education

Strategi Menghadapi Anak GTM: Mengapa Variasi Menu Lebih Penting daripada Sekadar Kenyang

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com Menghadapi anak yang sulit makan atau sering melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan tantangan besar bagi setiap orang tua. Seringkali, saking frustrasinya, orang tua terjebak pada pola pikir “yang penting anak mau makan” atau “yang penting kenyang”. Padahal, memenuhi kebutuhan nutrisi anak tidak sesederhana mengisi perut yang kosong. Variasi menu memegang peranan krusial dalam mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah kesehatan jangka panjang seperti stunting.

Pentingnya Diversifikasi Pangan​Banyak orang tua cenderung memberikan menu yang itu-itu saja hanya karena anak menyukainya misalnya nugget atau telur setiap hari. Namun, artikel tersebut menekankan bahwa tidak ada satu jenis bahan pangan pun yang memiliki kandungan nutrisi sempurna secara mandiri. Tubuh anak membutuhkan sinergi dari berbagai makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrisi (vitamin dan mineral).

​Jika anak hanya makan satu jenis sumber protein atau karbohidrat secara terus-menerus, mereka berisiko mengalami defisiensi nutrisi tertentu. Variasi menu memastikan bahwa celah nutrisi yang tidak ada pada satu bahan makanan dapat ditutupi oleh bahan makanan lainnya.

Mengenalkan Tekstur dan Rasa​: Selain aspek nutrisi, variasi menu juga berfungsi sebagai sarana stimulasi sensorik. Anak yang terbiasa dengan menu yang variatif akan memiliki kemampuan motorik mulut (oral motor) yang lebih baik karena mereka belajar mengunyah berbagai tekstur, mulai dari yang lembut, berserat, hingga renyah.

Secara psikologis, mengenalkan beragam rasa sejak dini mencegah anak menjadi picky eater (pemilih makanan) di masa depan. Semakin sering anak terpapar pada rasa baru, semakin besar kemungkinan mereka untuk menerima makanan tersebut. Ingatlah bahwa terkadang dibutuhkan belasan kali percobaan sebelum anak benar-benar bisa menerima satu jenis makanan baru.

Tips Mengatasi Anak yang Susah Makan​

Untuk mengatasi GTM, orang tua disarankan untuk:

  1. Mengatur Jadwal Makan yang Konsisten: Jangan memberikan camilan atau susu terlalu dekat dengan waktu makan utama agar anak benar-benar merasakan lapar.​
  2. Kreativitas Penyajian: Tampilan visual sangat berpengaruh. Mengubah bentuk sayuran atau nasi menjadi karakter yang menarik bisa meningkatkan minat makan anak.​
  3. Lingkungan yang Menyenangkan: Hindari memaksa atau memarahi anak saat makan. Tekanan justru akan membuat anak trauma dan semakin enggan menyentuh makanannya.

Sebagai penutup, kualitas makanan jauh lebih utama dibandingkan kuantitas. Pastikan setiap suapan yang masuk ke mulut anak mengandung gizi yang beragam, bukan sekadar kalori kosong agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version