International

Strategi Boeing Kejar Peningkatan Produksi: Investasi $1 Miliar untuk 787 dan Rencana Stabilisasi 737 MAX

Published

on

​Jakarta (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing, mengumumkan komitmen finansial signifikan sebesar 1 miliar dollar AS, atau setara dengan Rp 16,6 triliun (menggunakan kurs asumsi Rp 16.685 per dollar AS). Dana jumbo ini dialokasikan untuk proyek ekspansi besar-besaran fasilitas produksinya yang berlokasi di North Charleston, South Carolina.

​Sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada Senin (10/11/2025), tujuan utama dari investasi strategis ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi pesawat berbadan lebar (wide-body) andalannya, yaitu Boeing 787. Langkah ekspansi ini dieksekusi kira-kira satu tahun setelah rencana awalnya pertama kali diumumkan ke publik.

​Dengan perluasan pabrik ini, Boeing menargetkan peningkatan output yang substansial untuk 787 Dreamliner. Produsen pesawat tersebut optimistis dapat mencapai tingkat produksi bulanan sebanyak 10 unit pesawat pada tahun 2026. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari laju produksi saat ini yang berada di kisaran tujuh unit per bulan.

Foto : economy.okezone.com

​Lonjakan permintaan ini didorong oleh pemulihan kuat di sektor perjalanan internasional, yang mendorong banyak maskapai penerbangan global untuk memperbarui dan menambah kapasitas armada mereka, khususnya untuk pesawat berbadan lebar. Tingginya permintaan ini tercermin dari buku pesanan (backlog) Boeing untuk tipe 787 yang saat ini telah menumpuk hingga hampir 1.000 unit.

​Keputusan investasi Boeing ini juga diambil di tengah persaingan ketat dengan rival utamanya dari Eropa, Airbus. Airbus sendiri telah mengumumkan rencananya untuk menggenjot produksi pesawat tandingannya, A350, hingga mencapai 12 unit per bulan pada tahun 2028.
​Fokus Ganda pada 787 dan 737 MAX
​Untuk mengimbangi persaingan dan memenuhi permintaan pasar, Boeing tidak hanya berfokus pada 787. Perusahaan ini juga sedang dalam proses meningkatkan laju produksi untuk pesawat lorong tunggal (narrow-body) terlarisnya, yakni Boeing 737 MAX.

​Saat melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2025 pada 29 Oktober lalu, Boeing memaparkan estimasi produksinya. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi gabungan mencapai 42 unit pesawat 737 MAX dan delapan unit pesawat 787 setiap bulannya sebelum awal tahun 2026.

​CEO Boeing, Kelly Ortberg, menegaskan bahwa sistem produksi perusahaan kini sedang dalam proses pemulihan dan kembali ke jalur yang semestinya. “Saya berencana bahwa kami akan menutup tahun ini [2025] dengan sangat baik dengan tingkat produksi 42 unit per bulan,” ujar Ortberg, merujuk pada produksi 737 MAX, seperti dikutip dari Flight Global.

​Sepanjang tahun ini, lini produksi 737 telah berjalan stabil pada kecepatan 38 unit per bulan. Pada Oktober 2025, Boeing mengonfirmasi telah menerima persetujuan penting dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA) untuk menaikkan batas produksi 737 menjadi 42 unit per bulan. Persetujuan ini krusial, mengingat FAA sebelumnya memberlakukan pembatasan produksi ketat terhadap Boeing pasca insiden ledakan penutup pintu kabin tengah pada pesawat 737 MAX 9 pada Januari 2024, yang disebabkan oleh kesalahan produksi.

Foto : Bali Post

​Meskipun izin telah dikantongi, Boeing belum secara aktual meningkatkan produksi melampaui 38 unit. Ortberg menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang dalam tahap “memuat” (loading) operasinya, yang berarti mereka sedang menguji sistem secara menyeluruh sebelum benar-benar berkomitmen pada laju produksi stabil di 42 unit.

​Setelah laju 42 unit per bulan tercapai dan terbukti stabil serta aman, Boeing berencana untuk terus mempercepat produksi 737 secara bertahap. Peningkatan ini akan dilakukan dengan penambahan lima pesawat per bulan, pertama menjadi 47 unit, kemudian 52 unit.

Namun, Ortberg menekankan bahwa setiap peningkatan ini hanya akan dilakukan jika perusahaan yakin sistem produksinya aman, dan akan ada jeda waktu tidak kurang dari enam bulan antar setiap peningkatan.

​Untuk pesawat berbadan lebar (787), Ortberg menargetkan produksi delapan unit per bulan pada akhir 2025, dan mencapai 10 unit per bulan pada tahun depan (2026). Ia mengakui bahwa “perpindahan dari delapan menjadi sepuluh unit akan lebih menantang bagi kami karena rantai pasokannya.” Ke depannya, Ortberg melihat potensi permintaan pasar yang memungkinkan Boeing mencapai target “sekitar belasan unit” untuk 787, meskipun ia tidak merinci kapan target tersebut diharapkan tercapai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version