Tech
Strategi BMW di Tengah Isu Bea Masuk Mobil Eropa Nol Persen pada 2027

Semarang (usmnews) – Dikutip CNN Indonesia Isu mengenai potensi penghapusan bea masuk untuk mobil-mobil impor dari Eropa pada tahun 2027 di Indonesia telah menjadi sorotan utama, khususnya bagi produsen otomotif premium yang beroperasi di pasar Tanah Air. Wacana ini, yang merupakan bagian dari tindak lanjut perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif atau CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) antara Indonesia dan Uni Eropa, memunculkan spekulasi tentang perubahan lanskap bisnis otomotif dalam negeri, terutama terkait dengan persaingan harga antara unit yang dirakit lokal (CKD) dan unit impor utuh (CBU).
Menanggapi isu yang berpotensi mengubah peta persaingan ini, BMW Group Indonesia menunjukkan sikap yang tenang dan strategis, dengan menyatakan bahwa mereka telah memiliki fondasi yang kuat di pasar Indonesia melalui skema rakitan lokal atau Completely Knocked Down (CKD). Juru Bicara BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, menegaskan bahwa sejak tahun 2011, BMW telah berkomitmen kuat pada perakitan lokal untuk sebagian besar model andalan mereka.
Saat ini, sudah ada lebih dari 10 model BMW yang dirakit secara lokal di fasilitas mitra perakitan PT Gaya Motor di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Ini mencakup lini model populer seperti Seri 3, Seri 5, Seri 7, serta lini SUV X1, X3, X5, dan X7. Komitmen ini tidak hanya sebatas model konvensional, tetapi juga meluas ke segmen kendaraan listrik. Model mobil listrik terbaru mereka, seperti BMW iX1 dan BMW iX3, juga diproduksi secara lokal, menunjukkan keseriusan BMW dalam mendukung elektrifikasi di Indonesia.

Strategi rakita lokal ini telah menempatkan BMW pada posisi yang relatif aman dari gejolak kebijakan bea masuk. Perusahaan memahami bahwa tujuan utama dari perakitan lokal bukanlah hanya untuk menghindari tarif, tetapi juga untuk memberikan harga yang lebih kompetitif kepada konsumen Indonesia. Dengan merakit di dalam negeri, biaya logistik dan pajak impor komponen dapat dikelola lebih efisien, yang pada akhirnya akan tercermin dalam harga jual. Oleh karena itu, bagi BMW, kebijakan bea masuk nol persen (0%) pada 2027 untuk mobil CBU Eropa diprediksi tidak akan berdampak signifikan terhadap strategi penetapan harga mereka, terutama untuk model-model yang telah di-CKD-kan.
Meskipun demikian, kebijakan ini tetap akan memengaruhi model-model yang masih diimpor secara utuh (CBU). Bea masuk mobil CBU dari Eropa saat ini berada di kisaran 50 persen, menjadikannya faktor utama tingginya harga mobil mewah impor. Jika tarif ini benar-benar dihapus pada 2027, harga model-model impor yang belum dirakit lokal akan turun drastis, sehingga berpotensi menciptakan persaingan baru. Namun, BMW tampaknya siap menghadapi tantangan ini dengan terus memperluas jajaran model yang dirakit lokal, bahkan untuk model-model yang tadinya hanya tersedia dalam skema CBU.
Fokus utama BMW saat ini adalah memastikan pasokan kendaraan lokal mereka tetap lancar dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Jodie menekankan bahwa strategi CKD adalah komitmen jangka panjang BMW untuk Indonesia, yang juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi. Singkatnya, terlepas dari keputusan CEPA yang akan berlaku pada tahun 2027, BMW telah mengambil langkah proaktif yang strategis dan berkelanjutan. Mereka akan terus mengamati perkembangan regulasi, namun saat ini, kekuatan utama mereka terletak pada basis produksi lokal yang sudah solid dan efisien.






