Connect with us

Tech

Solaris: Revolusi Kemandirian Energi dan Estetika Biomimetik dalam Mobilitas Roda Dua

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Dunia transportasi masa depan mendapatkan penyegaran visi yang radikal melalui kehadiran Solaris, sebuah konsep sepeda motor listrik bertenaga surya yang lahir dari tangan kreatif firma desain dan arsitektur ternama, MASK Architects. Konsep ini bukan sekadar kendaraan baru, melainkan sebuah antitesis terhadap ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil dan infrastruktur pengisian daya listrik konvensional yang kerap menjadi kendala dalam adopsi kendaraan listrik saat ini. Inti dari inovasi Solaris terletak pada kemampuannya untuk memutus “tali pusar” ketergantungan pada jaringan listrik (grid). Jika kendaraan listrik pada umumnya masih harus mencari stasiun pengisian daya (SPKLU) atau colokan rumahan, Solaris didesain untuk menjadi pembangkit listrik mandiri. Fitur paling mencolok dari motor ini adalah mekanisme sayap surya fotovoltaik yang dapat dilipat. Ketika kendaraan diparkir, sayap ini akan mekar dan membentang dalam formasi melingkar, menyerupai kelopak bunga futuristik atau susunan panel satelit, yang berfungsi memaksimalkan penyerapan foton dari sinar matahari.

Energi murni yang ditangkap dari langit ini kemudian dikonversi menjadi listrik dan disimpan secara efisien dalam baterai lithium berkapasitas tinggi.Dengan mekanisme tersebut, Solaris pada hakikatnya bertindak sebagai stasiun pengisian dayanya sendiri (self-charging station). Filosofi desain ini memungkinkan motor tersebut beroperasi di lokasi terpencil sekalipun, asalkan terdapat paparan sinar matahari. Tidak ada lagi kecemasan akan kehabisan baterai di tengah jalan atau antrean di pom bensin. Dari segi performa, Solaris tidak mengorbankan kekuatan demi efisiensi. Motor ini ditenagai oleh motor listrik bertorsi tinggi yang menjanjikan akselerasi halus, senyap, dan bertenaga. Untuk menyempurnakan manajemen energinya, insinyur MASK Architects menyematkan teknologi pengereman regeneratif. Teknologi ini memungkinkan motor untuk memulihkan energi kinetik yang terbuang saat pengereman dan mengubahnya kembali menjadi listrik, sehingga memperpanjang jarak tempuh secara signifikan.

Motor Listrik bertenaga surya. FOTO/ Rideapart

Keunggulan teknis ini dibalut dalam desain struktural yang canggih. Sasis Solaris dibangun menggunakan material komposit aluminium-karbon. Pemilihan material ini bertujuan untuk mencapai rasio kekuatan terhadap berat yang optimal—memastikan motor tetap ringan untuk efisiensi energi, namun sangat kokoh untuk keselamatan. Secara visual, bentuk Solaris mengadopsi pendekatan biomimetik, yaitu meniru desain alam. Sang perancang mengambil inspirasi dari anatomi seekor macan tutul (cheetah). Lekukan tubuhnya dirancang untuk membelah angin dengan aerodinamika superior sekaligus memberikan stabilitas tinggi saat berkendara, layaknya predator yang sedang berlari. Kecanggihan mekanis ini disempurnakan dengan integrasi teknologi digital. Pengendara disuguhkan kokpit digital interaktif serta opsi konektivitas aplikasi ponsel pintar.

Fitur ini memungkinkan pengguna memantau “kesehatan” motor dan statistik produksi energi surya secara real-time. Pengendara dapat melihat berapa banyak energi matahari yang telah dipanen dan disimpan, memberikan pengalaman nyata tentang apa artinya hidup dengan energi terbarukan. Meskipun saat ini masih berstatus sebagai konsep, Solaris mengirimkan pesan yang kuat tentang masa depan transportasi: sebuah era di mana mobilitas bisa sepenuhnya sunyi, bersih tanpa emisi CO2, dan merdeka dari belenggu tagihan listrik atau bahan bakar. Ini adalah visi tentang kebebasan berkendara yang sesungguhnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *