Tech
sisi menarik dari kehidupan Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang mematahkan stigma bahwa kesuksesan luar biasa harus diraih dengan gaya hidup serba terburu-buru atau mengabaikan waktu istirahat.

Semarang (usmnews) – Dikutip dari tekno.kompas.com Ritual “Puttering” di Pagi Hari Banyak CEO memulai hari mereka dengan membedah email atau langsung berolahraga berat pada pukul 5 pagi. Namun, Bezos memilih pendekatan yang sangat kontras. Ia mendedikasikan waktu paginya untuk “puttering” atau bersantai tanpa agenda yang kaku.
Dalam waktu ini, ia biasanya minum kopi dengan tenang, membaca surat kabar, dan sarapan bersama anak-anaknya sebelum mereka berangkat sekolah. Waktu santai ini bukan berarti ia malas; sebaliknya, ini adalah strategi untuk memberikan ruang bagi otaknya agar “panas” secara alami tanpa tekanan adrenalin yang berlebihan di pagi hari. Dengan menghindari stres instan saat bangun tidur, ia menjaga cadangan energi mentalnya untuk tugas-tugas berat di jam berikutnya.

2. Aturan Emas: Rapat Dimulai Pukul 10 Pagi
Bezos sangat protektif terhadap kapasitas mentalnya. Ia percaya bahwa keputusan paling penting dan menuntut pemikiran mendalam harus dilakukan saat otak berada dalam kondisi puncak. Oleh karena itu, ia menjadwalkan rapat-rapat yang paling menguras otak tepat pada pukul 10 pagi.
Pada jam tersebut, ia sudah selesai dengan ritual santainya dan siap menghadapi tantangan intelektual. Ia sengaja tidak melakukan diskusi berat sebelum jam ini karena menganggap energi kognitifnya belum mencapai titik optimal.
3. Filosofi “Tiga Keputusan Berkualitas”
Berbeda dengan banyak pemimpin yang membanggakan diri karena bisa membuat ratusan keputusan dalam sehari, Bezos justru sangat selektif. Ia menyatakan bahwa jika ia bisa membuat tiga keputusan berkualitas dalam satu hari, itu sudah cukup.
Baginya, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Dengan membatasi jumlah keputusan besar, ia bisa mendedikasikan seluruh fokus dan analisisnya pada setiap masalah, sehingga meminimalkan risiko kesalahan fatal yang bisa merugikan perusahaan bernilai miliaran dolar.
4. Disiplin Tidur 8 Jam
Bezos adalah pendukung setia tidur yang cukup. Di saat budaya hustle sering memuliakan kurang tidur sebagai simbol kerja keras, Bezos justru menegaskan bahwa ia membutuhkan 8 jam tidur setiap malam.
Tidur yang cukup adalah kunci utama bagi kesehatan otaknya. Ia menyadari bahwa kurang tidur akan mengganggu fokus, kreativitas, dan stabilitas emosionalnya. Dengan tidur yang cukup, ia merasa lebih berenergi dan mampu berpikir lebih jernih untuk membuat keputusan tingkat tinggi yang menjadi tanggung jawabnya.

5. Menghentikan Keputusan di Sore Hari
Ketika hari sudah mencapai pukul 5 sore, Bezos biasanya akan berhenti membuat keputusan besar. Jika ada masalah mendesak yang muncul di penghujung hari, ia akan berkata, “Mari kita bahas ini besok pagi jam 10.” Ia paham bahwa pada sore hari, kelelahan mental mulai terjadi (decision fatigue). Memaksakan diri untuk mengambil keputusan penting saat otak sudah lelah hanya akan menghasilkan solusi yang suboptimal.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, rutinitas Jeff Bezos mengajarkan kita bahwa produktivitas sejati bukanlah tentang seberapa sibuk kita terlihat, melainkan tentang seberapa baik kita mengelola energi mental. Dengan memberikan waktu bagi otak untuk beristirahat dan bekerja pada jam-jam puncaknya, Bezos mampu memimpin salah satu perusahaan terbesar di dunia dengan kejernihan berpikir yang luar biasa.







