Business
Sinergi Bilateral RI-Singapura: Dari Revitalisasi Kawasan SiJORI hingga Akselerasi Ekonomi Digital

Jakarta (usmnews) – Dikutip dari detik.com Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi tahun 2025, Indonesia dan Singapura kembali mempertegas posisi mereka sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tercermin dalam pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong.
Pertemuan ini bukan sekadar diplomasi rutin, melainkan sebuah langkah taktis untuk menyinkronkan visi ekonomi kedua negara menghadapi tantangan perdagangan modern dan digitalisasi. Penguatan Posisi di Kancah Global dan Regional Diskusi kedua menteri menyoroti pentingnya integrasi kawasan yang lebih solid.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah dukungan penuh Singapura terhadap langkah Indonesia dalam proses aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Keanggotaan dalam blok perdagangan ini dianggap vital bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspor. Selain itu, kedua negara juga menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas di luar Asia Tenggara, termasuk potensi kerja sama dengan Gulf Cooperation Council (GCC), yang menandakan keinginan kedua negara untuk mendiversifikasi mitra dagang non-tradisional.

Revitalisasi Segitiga Pertumbuhan SiJORISalah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah wacana untuk menghidupkan kembali dan menyeimbangkan konsep kerja sama SiJORI (Singapura, Johor, Indonesia). Meskipun konsep segitiga pertumbuhan ini bukanlah hal baru, kedua belah pihak menyadari perlunya penyegaran strategi agar relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi informal yang sebelumnya telah dilakukan di Malaysia. Fokus utamanya adalah menciptakan konektivitas yang lebih efisien dan integrasi ekonomi yang lebih “seimbang” antara Singapura, wilayah Johor di Malaysia, dan Indonesia (khususnya wilayah Kepulauan Riau). Tujuannya adalah agar manfaat ekonomi dari kawasan strategis ini dapat dirasakan secara lebih merata oleh ketiga pihak, melalui pengembangan proyek-proyek bersama yang konkret.
Adaptasi Terhadap Ekonomi Digital dan Aset KriptoMenyadari pergeseran zaman, Airlangga dan Gan Kim Yong juga membahas isu-isu ekonomi kontemporer yang sedang tren, khususnya mengenai aset kripto. Mengingat tingginya tingkat adopsi aset digital ini di kalangan generasi muda dan semakin banyaknya yurisdiksi internasional yang mengakui legitimasinya, kedua negara sepakat perlunya koordinasi kebijakan.
Lebih jauh lagi, kedua negara sepakat untuk memulai proses scoping atau penjajakan terkait prinsip-prinsip perdagangan digital. Langkah ini krusial untuk membangun arsitektur ekonomi digital yang kokoh. Namun, sebelum melangkah ke kebijakan tingkat tinggi, kedua menteri menekankan pentingnya penyelesaian pembahasan teknis agar Indonesia dan Singapura memiliki peta jalan yang jelas mengenai tata kelola ekonomi digital di masa depan.
Komitmen InstitusionalSebagai penutup, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat komunikasi antar-otoritas keuangan kedua negara. Indonesia juga menyampaikan minatnya untuk bergabung dalam Forum FIT, sebuah langkah yang disambut positif oleh Singapura.
Kedua menteri menyadari bahwa untuk mempercepat seluruh agenda strategis ini—mulai dari SiJORI hingga ekonomi digital—diperlukan keputusan dan koordinasi di tingkat pimpinan tertinggi agar hambatan birokrasi dapat diminimalisir.







