Connect with us

Education

Semangat Bangkit: 50 SMA/SMK di Sumatera Utara Kembali Gelar Kegiatan Belajar Pasca-Bencana

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detik.com Sektor pendidikan di Provinsi Sumatera Utara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pasca-hantaman bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu terakhir. Kabar menggembirakan datang dari Dinas Pendidikan setempat yang memastikan bahwa roda aktivitas akademis akan kembali berputar mulai besok. Sebanyak 50 satuan pendidikan tingkat sekolah menengah, yang terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dijadwalkan untuk mengaktifkan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara resmi.

Pemulihan Infrastruktur dan Kesiapan Sekolah

Keputusan untuk membuka kembali gerbang sekolah ini diambil setelah melalui proses evaluasi dan pembersihan yang intensif. Sebelumnya, puluhan sekolah ini terpaksa menghentikan operasionalnya akibat dampak langsung dari bencana—baik itu berupa kerusakan fisik bangunan, akses jalan yang terputus, maupun ruang kelas yang sempat terendam banjir atau tertutup material longsor.

ilustrasi pelajar smk / sma

Pemerintah provinsi melalui dinas terkait telah bekerja keras memastikan bahwa lingkungan sekolah sudah dalam kondisi aman dan layak untuk ditempati kembali oleh para siswa dan tenaga pengajar. Meskipun mungkin belum semua fasilitas kembali ke kondisi 100 persen sempurna seperti sedia kala, prioritas utama saat ini adalah mengembalikan rutinitas pendidikan agar para siswa tidak tertinggal materi pelajaran terlalu jauh, mengingat pentingnya semester ini bagi kalender akademik.

Pendidikan Sebagai Bagian dari Trauma Healing

Pengaktifan kembali sekolah ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar transfer ilmu pengetahuan. Bagi para siswa yang menjadi korban atau terdampak bencana, kembalinya mereka ke lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu bentuk trauma healing atau pemulihan psikologis yang efektif.

Bertemu kembali dengan teman sebaya, berinteraksi dengan guru, dan memiliki rutinitas harian yang terstruktur dapat membantu mengalihkan pikiran mereka dari pengalaman traumatis akibat bencana. Sekolah diharapkan menjadi ruang aman (safe space) di mana semangat optimisme dapat dibangun kembali. Para guru pun diimbau untuk memberikan pendekatan yang lebih empatik di hari-hari pertama masuk sekolah, dengan tidak langsung membebani siswa dengan target akademis yang berat, melainkan fokus pada adaptasi dan pemulihan mental.

ilustrasi pelajar smk / sma

Harapan dan Tantangan ke Depan

Langkah ini menjadi bukti ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dalam menghadapi cobaan. Meskipun sisa-sisa dampak bencana mungkin masih terlihat di beberapa sudut, semangat untuk menuntut ilmu tidak boleh surut. Pihak sekolah dan komite pendidikan diharapkan terus memantau situasi di lapangan, mengingat cuaca yang mungkin masih belum menentu. Sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan orang tua murid menjadi kunci vital agar proses transisi pasca-bencana ini berjalan lancar, sehingga hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi di tengah segala keterbatasan yang ada.

Besok pagi, lonceng sekolah di 50 lokasi tersebut akan kembali berbunyi, menandakan bahwa kehidupan perlahan kembali normal dan masa depan generasi muda Sumatera Utara tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *