Connect with us

Tech

Sejarah Baru Tercipta: BYD Resmi Geser Tesla sebagai Raja Mobil Listrik Dunia dengan Penjualan 4,6 Juta Unit

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Sindo.news Dunia otomotif global baru saja menyaksikan pergeseran kekuasaan yang bersejarah pada akhir tahun 2025. Dominasi Tesla, perusahaan milik Elon Musk yang selama ini dianggap sebagai ikon tak tergoyahkan dalam industri mobil listrik, akhirnya resmi runtuh. Raksasa otomotif asal China, BYD Co., berhasil mengkudeta posisi tersebut dengan mencatatkan angka penjualan yang luar biasa, yakni mencapai 4,6 juta unit kendaraan sepanjang tahun 2025. Angka ini menandai kenaikan sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan strategi ekspansi mereka.

Pencapaian ini bukan sekadar angka statistik semata, melainkan sebuah simbol kuat dari perpindahan poros kekuatan industri otomotif dari Barat ke Timur. Keberhasilan BYD memenuhi target revisi perusahaan menempatkan mereka di puncak hierarki otomotif dunia, menggeser singgasana yang selama bertahun-tahun diduduki oleh Tesla. Momentum ini menjadi tonggak penting yang menegaskan bahwa produsen asal Asia, khususnya China, kini memegang kendali utama dalam inovasi dan distribusi kendaraan energi baru di pasar global.

Namun, di balik perayaan kemenangan ini, terdapat realitas data yang menarik untuk dicermati. Meskipun total volume penjualan 4,6 juta unit terdengar sangat fantastis, laju pertumbuhan BYD sebenarnya mengalami perlambatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Data historis memperlihatkan tren penurunan persentase pertumbuhan yang tajam: dari lonjakan eksplosif sebesar 218 persen pada tahun 2021 dan 209 persen pada 2022, kemudian melambat menjadi 62 persen di 2023, 41 persen di 2024, hingga akhirnya berada di level satu digit yaitu 7,7 persen pada 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar mulai jenuh atau kompetisi menjadi semakin sulit untuk ditembus dengan kecepatan yang sama.

Selain itu, kemenangan BYD ini dirayakan di tengah bayang-bayang ketidakpastian yang menyelimuti prospek pasar otomotif pada tahun 2026. Tantangan besar telah menanti di depan mata, mulai dari regulasi perdagangan internasional yang semakin ketat, potensi hambatan tarif, hingga persaingan domestik di China yang digambarkan sangat “berdarah-darah” antar produsen lokal. Ambisi BYD untuk mempertahankan posisi puncak ini akan diuji oleh berbagai kerikil tajam tersebut, menjadikan tahun-tahun mendatang sebagai fase krusial bagi kelangsungan dominasi baru mereka di panggung dunia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *