Nasional

Sambut Ramadan, SPPG Indramayu Bersiap Gulirkan Program MBG Tanpa Henti

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com ​Kepastian bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berlanjut selama bulan suci Ramadan membawa tantangan logistik sekaligus peluang baru bagi para penyedia layanan. Meskipun hingga saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) belum merilis Petunjuk Teknis (Juknis) resmi mengenai mekanisme pelaksanaannya, inisiatif proaktif telah muncul di tingkat daerah. Salah satu contoh kesiapan ini ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

​Inisiatif Dini Meski Tanpa Juknis

​Di tengah ketidakpastian mengenai aturan teknis, Kasan Basari, pemilik SPPG Sindang 2 yang berlokasi di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, memilih untuk tidak menunggu secara pasif. Ia menyadari bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa membutuhkan pendekatan yang radikal dibandingkan bulan-bulan biasa.

​Menurut Kasan, persiapan dini sangat krusial agar ketika instruksi resmi dari pusat turun, pihaknya hanya tinggal melakukan penyesuaian minor. Langkah antisipatif ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi tanpa mengganggu ibadah puasa para siswa. “Penyesuaian ini agar jangan sampai MBG mengganggu anak-anak yang sedang berpuasa,” ungkapnya pada Rabu (21/1/2026).

Foto: kompas.com

​Tantangan Menu: Antara Gizi dan Daya Tahan

​Fokus utama dalam persiapan ini adalah rekayasa menu. Tantangan terbesarnya bukan hanya pada kandungan nutrisi, melainkan pada ketahanan pangan (durability). Jika biasanya makanan dikonsumsi segera saat jam istirahat sekolah, di bulan Ramadan makanan tersebut kemungkinan besar akan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa (iftar).

​Oleh karena itu, Kasan menekankan pentingnya memilih jenis masakan yang tidak mudah basi dalam rentang waktu beberapa jam antara distribusi hingga waktu berbuka.

  • Menu Khas Ramadan: Kasan memastikan adanya penyesuaian budaya dengan memasukkan kurma sebagai menu wajib. Koordinasi dengan distributor kurma bahkan sudah dimulai sejak dini.
  • Variasi Takjil: Ada pertimbangan untuk menyertakan menu penyegar seperti kolak, namun hal ini masih dikaji dengan hati-hati mengingat risiko makanan berkuah santan yang lebih cepat basi.
  • Kepraktisan: Makanan akan disajikan dalam bentuk yang lebih praktis namun tetap padat gizi, memastikan siswa mendapatkan asupan yang cukup setelah seharian menahan lapar.

​Sinkronisasi Distribusi dengan Jam Sekolah

​Selain aspek kuliner, aspek logistik juga menjadi sorotan utama. Jam operasional sekolah selama bulan Ramadan biasanya mengalami pemangkasan atau perubahan. SPPG Sindang 2 kini tengah intens berkomunikasi dengan pihak sekolah-sekolah penerima manfaat untuk mencari titik temu mengenai waktu distribusi.

​Opsinya termasuk menggeser waktu pengiriman menjadi lebih siang, misalnya di atas pukul 12.00, agar makanan masih dalam kondisi segar saat diterima siswa menjelang kepulangan sekolah. Koordinasi ini vital untuk memastikan makanan tidak terbuang percuma dan tetap layak konsumsi saat azan Magrib berkumandang. Dengan persiapan matang ini, SPPG Sindang 2 berharap program MBG dapat menjadi pendukung nutrisi yang handal bagi anak-anak yang sedang belajar berpuasa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version