Nasional
Sambut Ramadan, Semarang Gelar Dugderan & Pasar Rakyat
Semarang (usmnews) – Dikutip dari beritasatu.com Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar tradisi Dugderan guna menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah menyusun, mengatur, dan menyiapkan rangkaian agenda budaya serta keagamaan yang selama ini membentuk identitas Ibu Kota Jawa Tengah. Melalui persiapan intensif, pemerintah menciptakan suasana kota yang semarak sekaligus menampung antusiasme warga yang menyambut perayaan tahunan ini. Lebih lanjut, Pemerintah Kota Semarang secara tegas menempatkan Dugderan sebagai agenda pelestarian tradisi, bukan sekadar rutinitas kalender tahunan.
Selanjutnya, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Semarang bergerak, berkoordinasi, dan bekerja serempak demi menyukseskan Dugderan. Pemerintah mengondisikan ruang kota agar aman, tertib, dan meriah bagi masyarakat yang menyongsong bulan puasa. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat ikatan sosial antarwarga Kota Semarang. Persiapan tersebut bermuara pada dua agenda utama yang memikat perhatian publik setiap tahun.
Sorotan Utama pada Pasar Rakyat dan Dugderan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang memimpin langsung perencanaan teknis acara ini. Kepala Disbudpar, Indriyasari, merancang agenda yang menonjolkan kekuatan budaya lokal dan hiburan rakyat. Ia menetapkan Pasar Rakyat dan Prosesi Dugderan sebagai magnet wisata utama yang masyarakat nanti-nantikan.
Warga Semarang memadati area pasar rakyat setiap tahun untuk menikmati kuliner dan wahana permainan khas. Prosesi Dugderan juga memikat ribuan pengunjung sebagai puncak acara. Indriyasari memastikan kedua agenda tersebut tetap mengusung nilai tradisi yang kuat sekaligus relevan dengan perkembangan zaman. Pemkot Semarang mengemas acara ini sebagai peristiwa budaya yang mengandung makna mendalam, bukan hanya hiburan semata.
Simbol Sejarah dan Identitas Kota
Indriyasari memosisikan tradisi Dugderan Semarang sebagai agenda ikonik yang memegang peran strategis. Masyarakat memaknai perhelatan ini lebih dari sekadar penanda visual atau bunyi tanda awal Ramadan. Mereka merawat warisan sejarah ini agar terus hidup dan melekat kuat dalam ingatan kolektif lintas generasi.
Pemkot Semarang mengambil langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini. Mereka melestarikan prosesi Dugderan sebagai wujud penghormatan terhadap warisan leluhur. Pemerintah aktif mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai identitas budaya lokal melalui perhelatan ini. Dugderan kini menjembatani kejayaan masa lalu dengan dinamika masa kini, serta mempertegas identitas Semarang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai religius.