International

Rusia Tanggapi Uji Coba Rudal ICBM Minuteman III Amerika Serikat

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNBC Indonesia Pemerintah Rusia, melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, telah memberikan tanggapan resmi terkait manuver militer terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat, yaitu uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III.Dalam keterangannya kepada wartawan pada hari Kamis (6/11/2025), Peskov mengkonfirmasi bahwa pihak Amerika Serikat telah menginformasikan niat mereka kepada Rusia sebelum meluncurkan rudal tersebut. Uji coba rudal berkekuatan lebih dari 300 kiloton TNT itu sendiri telah dilaksanakan pada hari Rabu dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg.Peskov menjelaskan bahwa komunikasi dan pemberitahuan semacam itu merupakan prosedur standar yang lumrah dalam hubungan internasional.

Menurutnya, hal ini diwajibkan oleh peraturan internasional yang ada. Ia menekankan bahwa rudal Minuteman III termasuk dalam kategori persenjataan strategis, di mana setiap pengujian atas senjata semacam itu harus diidentifikasi dan diinformasikan terlebih dahulu kepada pihak lain.”Kami juga memberi tahu (negara-negara lain) ketika melakukan peluncuran semacam itu,” tambah Peskov, seperti dikutip oleh Russia Today. Pernyataan ini menyiratkan bahwa, terlepas dari adanya retorika politik yang seringkali memanas, saluran komunikasi dan protokol militer di tingkat tinggi antara kedua negara adidaya nuklir tersebut tetap terjaga dan dipertahankan.Konfirmasi mengenai kepatuhan AS terhadap protokol ini muncul hanya berselang beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan memerintahkan persiapan untuk pengujian nuklir penuh.

Perintah Trump itu disertai dengan tuduhan bahwa Rusia dan Cina telah melakukan “ledakan nuklir rahasia” dan menguji coba nuklir secara sembunyi-sembunyi, bahkan di bawah tanah.Meski mengkonfirmasi adanya kepatuhan protokol dari AS, Peskov juga menggunakan kesempatan itu untuk menegaskan kemampuan militer Rusia. Ia menyatakan bahwa Moskow saat ini tidak sedang terlibat dalam perlombaan senjata. Sebaliknya, Rusia telah secara sistematis mengembangkan senjata strategisnya sendiri selama bertahun-tahun, sesuai dengan visi jangka panjang yang telah ditetapkan negara tersebut.”Rusia saat ini memiliki triad nuklir paling modern di dunia,” tegas Peskov, mengacu pada kemampuan peluncuran senjata nuklir dari tiga matra: darat, laut, dan udara.

Walaupun demikian, menanggapi isu pengujian nuklir, Peskov merujuk pada sikap Presiden Vladimir Putin. Putin sebelumnya telah mengklarifikasi bahwa Rusia hanya akan melanjutkan pengujian nuklir skala penuh sebagai tindakan pembalasan. Tindakan itu hanya akan diambil jika Amerika Serikat terlebih dahulu melanggar Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT). Sebagai catatan, AS sendiri telah menerapkan moratorium atau penangguhan atas uji coba nuklir eksplosif sejak tahun 1992.

Uji coba Minuteman III yang dilakukan AS, yang diberi nama GT 254, memiliki aspek teknis yang menarik. Peluncuran ini diprakarsai oleh Sistem Kendali Peluncuran Lintas Udara (ALCS). Ini adalah sebuah sistem komando dan kendali cadangan yang dirancang untuk pasukan ICBM berbasis darat, yang dioperasikan dari pesawat E-6B Angkatan Laut AS. Tujuan dari metode peluncuran ini adalah untuk menguji efektivitas dan ketersediaan sistem cadangan tersebut secara berkelanjutan.Menurut Letnan Kolonel Angkatan Udara AS Karrie Wray, komandan Skuadron Uji Terbang ke-576, tes GT 254 ini digambarkan sebagai “penilaian komprehensif”. Tujuannya adalah untuk memastikan keandalan dan akurasi sistem senjata ICBM secara terus-menerus, sekaligus untuk mengumpulkan “data berharga”. Uji coba ini juga dilakukan seiring upaya AS untuk memodernisasi pasukan ICBM mereka, termasuk rencana penggantian rudal Minuteman III yang teknologinya telah beroperasi sejak tahun 1970.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version