Nasional

Dorong Kursi Roda Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

Published

on

Semarang (usmnews) – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026 pada hari Minggu. Beliau berlari menempuh jarak lima kilometer sembari mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa. Selain itu, kehadiran Luthfi menunjukkan dukungan penuh terhadap olahraga lari serta sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, ribuan peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan olahraga yang menyehatkan ini.

Ajang Lari Borobudur Playon Mendidik Masyarakat Cinta Rupiah

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menyelenggarakan event bergengsi ini di Kawasan Candi Borobudur. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut mendukung penuh pelaksanaan kegiatan olahraga lari bergengsi tersebut. Penyelenggara mencatat sekitar empat ribu pelari dari berbagai kalangan mengikuti kompetisi olahraga tahunan ini. Bahkan, peserta berlomba menuntaskan dua kategori lintasan lari, yakni jarak sepuluh dan lima kilometer. Sehubungan dengan itu, Luthfi menegaskan pentingnya edukasi keuangan bagi masyarakat melalui kegiatan olahraga lari.

“Melalui kegiatan ini, kita mendidik masyarakat agar selalu cinta terhadap rupiah,” kata Ahmad Luthfi.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Event Lari Cinta Rupiah

Selain menyehatkan badan, olahraga lari juga menggerakkan sektor pariwisata olahraga atau sport tourism daerah. Akibatnya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat merasakan dampak ekonomi secara sangat nyata.

“Mendukung sport tourism ini sangat penting karena usaha masyarakat dan komunitas bisa terus hidup,” katanya.

Oleh sebab itu, Luthfi meminta seluruh bupati serta wali kota mencari destinasi wisata baru. Kepala daerah dapat mengangkat tempat menarik tersebut sebagai pusat kegiatan pariwisata olahraga paling unggulan. Selanjutnya, Luthfi menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sukses menyelenggarakan program bermanfaat tersebut.

Penyelenggaraan Keempat Ajang Borobudur Playon Mengusung Konsep Berbagi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut. Beliau menyatakan bahwa penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon 2026 kali ini merupakan pelaksanaan yang keempat. Selain itu, panitia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan literasi serta menggerakkan ekonomi warga sekitar.

“Kemarin kami juga melaksanakan serangkaian event Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera,” kata Noor Nugroho.

Selanjutnya, panitia menghadirkan lima puluh tiga stan usaha mikro kecil menengah makanan dan pakaian. Bahkan, lembaga penting seperti OJK dan BNN turut membuka stan edukasi bagi para pengunjung.

Event Olahraga Borobudur Menyalurkan Dana Enam Ratus Juta

Sejalan dengan itu, panitia menyumbangkan seluruh uang pendaftaran kepada masyarakat desa sekitar Borobudur.

“Kami menyalurkan dana sekitar enam ratus juta rupiah kepada sepuluh desa sekitar,” ungkap Nugroho.

Sementara itu, seorang pelari asal Magelang bernama Rizal mengaku sangat menikmati suasana kompetisi tersebut. Rizal bersama rekannya mengalungkan aksesoris uang koin besar bertuliskan pesan kesejahteraan bagi lingkungan sekitar.

“Kami melakukan kampanye lingkungan, semoga ke depan ajang ini semakin ramai,” kata Rizal menutup.

Melalui inovasi kreatif ini, peserta berlari sembari membawa pesan moral bagi kelestarian alam sekitar. Dengan demikian, kegiatan olahraga ini sukses menyatukan unsur kesehatan, ekonomi, kepedulian sosial, serta lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat mengharapkan kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin setiap tahun.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version