Sports
Roy Keane Tetap Ragukan Kapasitas Carrick Meski MU Tumbangkan Arsenal

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Legenda hidup sekaligus mantan kapten Manchester United, Roy Keane, kembali menunjukkan standar tingginya yang tak kenal kompromi. Di tengah euforia kemenangan dramatis Manchester United atas Arsenal dengan skor 3-2 di Emirates Stadium pada pekan ke-23 Premier League, Keane justru mengambil posisi kontra. Ia secara tegas menyatakan keraguannya bahwa Michael Carrick adalah sosok yang tepat untuk memimpin The Red Devils secara permanen, terlepas dari hasil positif yang baru saja diraih.
Start Impresif yang Belum Cukup Membuktikan Kemenangan atas Arsenal pada hari Minggu (25/1) tersebut sebenarnya menandai tren positif yang signifikan bagi Carrick. Sejak ditunjuk sebagai manajer interim pasca-pemecatan Ruben Amorim, Carrick berhasil menyapu bersih dua laga berat dengan kemenangan. Sebelum menundukkan The Gunners, ia juga sukses membawa Setan Merah menggilas rival sekota, Manchester City, dengan skor meyakinkan 2-0. Rentetan hasil gemilang ini bahkan mendongkrak posisi Manchester United kembali ke peringkat empat klasemen sementara, membuka asa untuk lolos ke Liga Champions.

Namun, bagi Roy Keane, dua kemenangan besar tersebut belum cukup menjadi validasi kapasitas Carrick sebagai manajer jangka panjang. Dalam komentarnya kepada Sky Sports, Keane melontarkan pandangan yang realistis namun tajam, menyebutkan bahwa memenangkan dua pertandingan meskipun melawan tim besar bisa dilakukan oleh siapa saja dalam momentum tertentu. Menurutnya, euforia sesaat ini tidak boleh mengaburkan kebutuhan mendasar klub akan sosok pemimpin yang lebih teruji.
Kebutuhan akan Figur Pelatih Kelas Berat Argumen utama Keane berpusat pada profil manajer yang dibutuhkan Manchester United untuk kembali mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa. Keane menilai bahwa United memerlukan figur pelatih yang “lebih besar dan lebih baik” seseorang dengan reputasi internasional yang tak terbantahkan, pengalaman matang, dan rekam jejak juara yang konsisten. Ia meragukan bahwa Carrick, pada tahap kariernya saat ini, memiliki karisma dan tactical prowess yang setara dengan pelatih-pelatih elit dunia lainnya.
Bahkan jika Carrick berhasil mempertahankan posisi empat besar hingga akhir musim, pendirian Keane tidak goyah. Ia memuji Carrick karena mampu memanfaatkan peluang emas sebagai pelatih interim dengan sangat baik, namun ia tetap bersikeras menolak gagasan mempermanenkan mantan rekannya tersebut. “Sama sekali tidak,” tegas Keane, menekankan bahwa standar United haruslah lebih tinggi daripada sekadar perbaikan performa jangka pendek.

Sorotan pada Komposisi Staf Pelatih Kritik Keane tidak berhenti pada sosok Carrick semata, melainkan merembet pada struktur kepelatihan yang dibawanya. Keane menyoroti komposisi staf pelatih di belakang Carrick yang kini diisi oleh nama-nama seperti Steve Holland, mantan pemain Jonny Evans, Jonathan Woodgate, hingga Craig Mawson. Keane menyiratkan ketidakpuasan terhadap susunan tim pendukung ini, yang mungkin dianggapnya kurang memiliki bobot atau pengalaman manajerial tingkat tinggi yang krusial untuk mengarungi kerasnya persaingan Premier League dalam jangka panjang.
Pandangan ini menegaskan bahwa di mata Roy Keane, Manchester United membutuhkan revolusi kepemimpinan yang dipimpin oleh manajer kelas dunia, bukan sekadar solusi internal yang memberikan kenyamanan sementara.







