Connect with us

Nasional

Riza Chalid: Perjalanan Kasus Minyak Mentah hingga Jadi Buron

Published

on

Riza Chalid buronan kasus minyak mentah

Semarang (usmnews) – Nama pengusaha minyak Riza Chalid kembali mencuat ke permukaan publik. Sosok yang sempat menghilang bak ditelan bumi ini memiliki rekam jejak panjang dalam dunia bisnis energi di Indonesia, khususnya terkait impor minyak mentah. Publik mengenal sosoknya sebagai figur kontroversial yang licin dari jeratan hukum.

Aparat penegak hukum telah memburu pria ini sejak lama. Akibatnya, Riza harus berpindah-pindah negara untuk menghindari kejaran Interpol. Kasusnya bermula dari skandal besar yang mengguncang stabilitas politik dan ekonomi nasional beberapa tahun silam.

Jejak Riza Chalid dalam Cengkeraman Petral

Kisah kejayaan Riza Chalid bermula saat ia menguasai jalur impor minyak melalui Petral (Pertamina Energy Trading Ltd). Melansir laporan lengkap Kompas.com, banyak pihak menyebut Riza sebagai “The Godfather” dalam bisnis hitam emas hitam tersebut. Ia mengendalikan tender minyak mentah dan produk kilang yang merugikan negara triliunan rupiah.

Tim Reformasi Tata Kelola Migas kemudian membubarkan Petral pada tahun 2015. Selanjutnya, pemerintah mulai mengendus praktik kotor yang melibatkan perusahaan-perusahaan cangkang milik sang taipan. Audit forensik menemukan bukti bahwa jaringan Riza memanipulasi harga pasar untuk mengeruk keuntungan pribadi.

[Baca Juga: Trump Ancam Iran dengan Serangan Lebih Besar, AS Siaga]

Terseret Skandal “Papa Minta Saham” Freeport

Selain itu, nama Riza Chalid semakin menjadi sorotan saat rekaman percakapan “Papa Minta Saham” bocor ke publik. Dalam rekaman tersebut, ia terdengar sedang berbicara dengan Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, dan Presiden Direktur Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Mereka membahas pembagian saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Sontak, kejadian ini memicu kemarahan publik. Kejaksaan Agung lantas mengambil langkah cepat dengan memanggil Riza untuk memberikan kesaksian.

Namun, Riza memilih mangkir. Ia kabur ke luar negeri hanya beberapa hari setelah skandal itu meledak. Aparat menduga ia meninggalkan Indonesia melalui bandara Halim Perdanakusuma menggunakan jet pribadi menuju Singapura, sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

Status Buron dan Pengejaran Interpol

Hingga saat ini, status hukum Riza Chalid masih menjadi pertanyaan besar. Polisi dan Kejaksaan Agung terus berupaya memulangkan sang buronan. Mereka telah mengajukan penerbitan Red Notice ke Interpol untuk mempersempit ruang gerak Riza di luar negeri.

Meskipun demikian, upaya pemulangan ini menghadapi jalan terjal. Kekuatan finansial dan jaringan internasional Riza yang kuat membuatnya sulit terjamah. Oleh karena itu, publik terus menagih janji pemerintah untuk menuntaskan kasus mafia migas ini hingga ke akarnya tanpa pandang bulu.

Penegakan hukum terhadap Riza menjadi ujian berat bagi wibawa negara. Masyarakat berharap aparat tidak kalah cerdik melawan buronan kelas kakap yang telah merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *